Perayaan Imlek di Kota Bandung berlangsung dalam suasana yang tergolong sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Vihara dan kelenteng yang ada hanya dikunjungi perwakilan keluarga saja.
Di Vihara Dharma Ramsi misalnya, umat yang datang sangat sedikit jika dibanding tahun lalu. Namun, hal itu tak lantas mengurangi makna dan khusyuknya perayaan Imlek.
Umat yang datang ke lokasi pun harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka wajib mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak selama berada di vihara. Pengecekan suhu tubuh pun dilakukan oleh petugas di lokasi.

“Karena masih suasana pandemi, umat yang datang juga kita batasi. Maksimal hanya 10 orang yang bisa masuk ke dalam,” ujar Asikin, pengurus Vihara Dharma Ramsi.
Dengan cara seperti itu, jika umat di dalam sudah mencapai 10 orang, maka yang lainnya wajib menunggu di luar. Setelah yang di dalam selesai sembahyang dan keluar dari vihara, mereka yang menunggu baru diperbolehkan masuk.
Selain di Vihara Dharma Ramsi, vihara dan kelenteng yang berada di kawasan Cibadak pun melakukan kebijakan serupa.





