Perayaan Imlek selalu dibarengi dengan penyalaan lilin raksasa. Ini sebagai simbol agar kehidupan pemilik lilin agar selalu terang, sejahtera, banyak rezeki, diberi kesehatan, serta harapan baik lainnya.
“Kalau orang yang percaya, dia akan pasang lilin (di vihara atau kelenteng) saat Imlek. Dinyalakannya itu saat malam pergantian Tahun Baru (China),” kata relawan Vihara Dharma Ramsi Bandung Awa Kwan.
Dalam tradisinya, lilin ini harus menyala selama 15 hari terhitung dari hari pertama dinyalakan. Karena itu, lilin biasanya dijaga khusus agar tidak padam.
Lalu, apa yang akan terjadi jika sebelum 15 hari api pada lilin tersebut mati? Apakah akan memberi dampak negatif pada pemiliknya? Jawabannya, tidak sama sekali!
“15 hari itu enggak boleh mati. Tapi kalau mati engga apa-apa, tinggal dinyalakan lagi,” ungkap Awa Kwan.
Di Vihara Dharma Ramsi sendiri ada ratusan lilin yang terpasang dengan beragam ukuran. Penempatannya dilakukan di area antara gerbang dan pintu utama vihara.
Di sini, ada orang khusus yang bertugas menjaga lilin. Sesekali sumbu atau plastik pembungkus lilin akan digunting. Jika ada api lilin yang mati, petugas itu bakal langsung menyalakannya lagi.





