Masyarakat sekarang tidak ada pilihan lagi untuk larut dalam dunia digital. Namun karena berserakannya konten di dunia tersebut, diperlukan kesadaran dari kreator konten untuk menampilkan hal yang positif, memotivasi, dan bermanfaat banyak.
Hal tersebut terungkap dalam dialog antara Ketua KNPI Jabar Rio F WIlantara dan kreator konten spesialis gunung dan rimba Arsal Bahtiar bertema Youngster Digital Movement
di akun Instagram @commpass.digitalcreative, Sabtu (27/2/2021).
Menurut Rio, teknologi digital di era sekarang menuntut adanya perubahan dalam berbisnis dan berorganisasi. Kalau dulu telepon genggam itu hanya untuk berkomunikasi, sekarang bisa dipakai untuk multifungsi, salah satunya bekerja virtual dengan aplikasi pertemuan.
?Saya mengalami perubahan dalam berbisnis dan organisasi. Kita bisa delegeasikan pekerjaan secara digital. Sekarang pun silaturahmi pun bisa melalui digital. Keuntungannya bisa dilakukan dalam ruang dan waktu berbeda,? kata Rio.
Rio mengatakan, era digital ini menjadi peluang sekaligus musuh bagi generasi sekarang. Pasalnya perlu infrastruktur digital yang tidak murah. Apalagi bila diingatkan bahwa hampir semua hal akan beralih ke digital, tapi tidak semua selesai juga oleh digital.
?Ini masalah person to person karena tidak semua orang incompatible. Karena itu, ada beberapa perusahaan yang mempersiapkan ke digital, tapi ada yang tidak bisa dipaksakan,? jelasnya.
Rio tak memungkiri persoalan penerimaan masyarakat soal konten yang ada di dunia digital, khususnya media sosial. Banyak konten ?receh? dan ?alay? justru menjadi viral dan disukai warganet. Padahal seharusnya sosial media menjadi media kreatif yang dikemas secara positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
?Harus ada stimulus bagi kreator muda untuk lebih kreatif. Artinya bisa menggunakan sosmed untuk tujuan positif atau yang dibutuhkan masyarakat. Masa depan ada di konten kreator. Mereka menjadi petarung paling depan. Kalau tidak mampu berperan baik, membahayakan masa depan. Contoh ada video yang menunjukan anak-anak tidak tahu nama Pak Jokowi (Presiden RI),? ungkap Rio.
Sementara itu Arsal mengatakan, setiap orang ditantang untuk berkreativitas menggunakan platform media sosial yang sesuai kepentingan masing-masing. Meskipun diberikan kebebasan berkreasi, kreator harus membuat konten berisi dan bermanfaat.
?Mulai membaca peluang yang dibutuhkan. Lalu produksi konten positif, membantu saudara-saudara yang membutuhkan, misalnya membantu produksi visual, editing, atau marketing promo kontennya. Segera memulai, jangan menyerah. Saya saja 10 tahun memulai, belajar terus. Artinya bikin konten, edit, promoin, lalu kita harus bisa mengintegrasikan dengan medsos lainnya,? kata Arsal.
Dirinya memang fokus kepada kontent gunung yang estetik. Dia merasa diuntungkan oleh dukungan alam dan kesempatan yang diberikan.
?Gak bisa semua orang bisa ke sana. Saya jadi medium untuk mereka yang gak bisa punya kesempatan meihat keindahan alam di gunung. Mudah-mudahan bermanfaat,? ujarnya.





