Belakangan ini mencuat kabar di media sosial yang menyebut vaksinasi COVID-19 akan menimbulkan masalah baru. Vaksin itu dikabarkan bakal menimbulkan ledakan kasus kanker hingga HIV di kemudian hari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip menegaskan sejauh ini tidak fakta yang membuktikan informasi tersebut. Ia berharap publik tak percaya begitu saja dengan kabar tersebut.
“Terkait vaksin COVID-19 memicu kanker, HIV, atau apaun itu, belum ada penelitiannya sampai sekarang (yang bisa membuktikan kebenarannya),” kata Rosye.

Ia pun menegaskan vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang dipakai dalam rogram vaksinasi di Indonesia sudah terjamin. Tak hanya dari aspek mutu, kualitas, hingga efikasi, kehalalannya pun teruji.
Sehingga, tak perlu ada yang dikhawatirkan. Publik pun diharapkan tak perlu ragu mengikuti vaksinasi. Sebab, vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mengakhiri pandemi COVID-19.
“BPOM sudah mengeluarkan EuA (Emergency Use Authrization/Izin Penggunaan Darurat) karena sudah terbukti aman, ada efektivitasnya, dan terbukti efikasinya. Vaksin ini sudah terbukti, aman, dan cukup efektif,” jelas Rosye.





