Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) yang juga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakam ADPMET menargetkan penyusunan peta potensi migas agar daerah-daerah penghasil migas dapat mengelola lahan milik Pertamina yang skalanya kecil.
Menurut Kang Emil, saat ini, banyak ladang-ladang minyak milik Pertamina yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Tahun 2021 ADPMET sedang memperjuangkan keadilan agar ladang-ladang minyak Pertamina yang skalanya kecil-kecil bisa kita kelola,” kata Kang Emil.
Apabila ladang tersebut dapat dikelola oleh daerah, Kang Emil meyakini akan lebih membawa kesejahteraan untuk masyarakat.
“Saya kira akan membawa kesejahteraan untuk daerah-daerah,” ujarnya.
Menurut Kang Emil, dalam lima tahun ke depan, ADPMET akan berfokus pada pengembangan energi terbarukan atau biofuel berbasis sampah, kotoran hewan, dan tumbuhan.
Energi terbarukan merupakan tren global ditandai dengan kemunculan konsep Transisi Energi (Energy Transition) dan Environmental Social Governance Fund untuk investasi dengan prioritas eksplorasi gas dibanding minyak bumi.
Selain itu, ADPMET di bawah kepemimpinan Kang Emil juga berusaha menciptakan iklim migas yang lebih berkeadilan terutama bagi daerah- daerah kaya cadangan energi. Daerah penghasil harus mendapatkan haknya untuk dapat menyejahterakan rakyatnya.
Misi lain yang hendak dicapai ADPMET saat ini adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar daerah tidak jadi objek atau penonton di tengah kekayaan sumber energi yang dimiliki.





