Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengaku, telah membuat terobosan untuk membuka pangsa pasar untuk produk Kota Bandung ke luar negeri dengan cara bekerjasama bersama pihak lain.
Hal tersebut dilakukan demi mendongkrak penjualan UMKM yang merosot saat Pandemi Covid-19.
“Kami bekerjsama dengan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), jadi ada pusat promosi dagang di luar negeri. Ada juga dengan Komjen,” katanya.
“Kita mengirimkan produk pelaku usaha Kota Bandung. Kita titipkan di Komjen-Komjen, seperti di Korea Selatan di Seoul, di Jepang, Melbourne. Ada 8 kota di 8 negara yang kita kirimkan,” lanjutnya.
“Kita titipkan produk, sample di Komjen atau KBRI, dan ITPC itu salah satu terobosan supaya produk-produk itu eksis, ada,” katanya.
Selain itu, Elly mengungkapkan, dalam business matching lebih ada kepastian untuk pelaku usaha. Produk yang diminati bisa terlihat jelas sehingga peluang pemesannya pun terbuka.
“Seperti seminggu lalu kami juga melakukan business matching melalui virtual, buyernya hadir dan langsung memilih produk. Jadi pasarnya bisa dibuka lagi, diperluas,” ujarnya.
“Kalau tahun kemarin bahkan ada yang langsung melakukan MoU, jadi dengan business matching bisa membuka pasar kembali,” imbuh Elly.
Disdagin pun melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri telah mendata sekitar 110 perusahaan eksportir yang masih aktif di Kota Bandung selama masa pandemi Covid-19.
“Jadi 110 perusahaan masih eksis bertahan ekspor, ini kita terus monitor, bagaimana, kemana, berapa penurunannya, seperti hari ini (CV Fortuna Shoes) turunnya sampai 90 persen,” katanya.
“Tapi yang saya acungi jempol, pihak pimpinan perusahaan tidak merumahkan, tidak mem-PHK pegawai meski turun 90 persen. Perusahaan membuat strategi mengatur jam kerja, ini upaya yang harus diapresiasi,” tambahnya.





