Mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19, Pemerintah Kota Bandung meminta seluruh kegiatan keagamaan menerapkan protokol kesehatan yang ketat terutama bagi umat muslim.
Bulan Ramadan membuat kegiatan ibadah semakin banyak termasuk nanti saat menjalankan salat idulfitri. Diharapkan aturan tersebut dilakukan agar tidak ada munculnya cluster kasus positif baru.
“Jangan sampai terlena. Jangan sampai terjadi seperti di India. Kita diwajibkan ikhtiar dari serangan Covid-19 ini. Yang dinilai itu seperti apa ihtiar kita,” Wali Kota Bandung, Oded M Danial.
Odedpun tidak lupa terus melakukan sosialisasi terkait hal tersebut dalam safari kunjungan kerjanya ke beberapa daerah terutama masjid.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Setda Kota Bandung, Momon Ahmad Imron menyatakan, di tengah pandemi ini Safari Ramadan sengaja digelar pada sore hari agar bisa mengatur undangan yang datang.
Biasanya, sebelum pandemi Covid-19 kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan tarawih keliling.
Safari Ramadan kali ini menjadi lokasi pertama dari enam titik yang disesuaikan dengan eks wilayah. Setelah dari eks wilayah Tegalega ini, berikutnya akan dilaksanakan di wilayah Cibeunying, Karees, Gedebage, Ujungberung dan wilayah Bojonegara.
“Pak Wali minta kalau prokesnya tidak ketat. Jika tidak terjaga dengan baik, jangan dilanjutkan lagi. Makanya kita pilih sore hari supaya protokol kesehatan bisa tetap dijaga,” katanya.
“Undangannya dibatasi. Tempatnya juga di luar ruangan,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Baznas Kota Bandung turut menyalurkan beragam bantuan. Di antaranya bantuan paket sembako, santunan dan perlengkapan kebersihan untuk masjid.
Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad rozikin menyebutkan, pada Safari Ramadan ini pihaknya menyalurkan paket Ramadan dan sejumlah paket lainnya.
“Termasuk paket lansia setiap kelurahan, paket yatim piatu, paket bantuan masjid, paket untuk kecamatan. Ada juga paket perlengkapan bebersih masjid yang sudah kita siapkan alatnya, dan santunan untuk marbot masjid,” jelasnya.





