Meski telah meluncurkan beberapa program, namun kinerja Dinas Perhubungan Kota Bandung dianggap DPRD Kota Bandung belum maksimal.
Dengan status sebagai salah satu kota cerdas alias smart city, nyatanya Dishub masih memiliki permasalahan terutama terkait kemacetan di Kota Bandung.
Tentunya hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan apalagi keluhan dari masyarakat kerap dilontarkan terutama di media sosial.
Ketua Pansus 2 DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono mengatakan upaya pembangunan beberapa flyover mengandalkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pusat dinilai telah menuju arah positif.
“Tentu adanya flyover ini bukan menjadi satu-satunya solusi untuk mengurangi tingkat kemacetan di Kota Bandung, tapi persoalan sesungguhnya adalah tidak sebandingnya lebar jalan dengan jumlah kendaraan. Bahkan, jumlah kendaraan pribadi lebih mendominasi dibandingkan dengan angkutan publik,” ucapnya.
Iman mengatakan kini Dishub harus bisa menciptakan kenyamanan dan kepercayaan publik. Angkutan umum harus dilibatkan secara pasti. Tanpa memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke moda transportasi umum, Bandung akan kesulitan memecahkan persoalan kemacetan.
Selain itu konsep smart city dengan meluncurkan aplikasi dinilai belum berjalan semestinya. Dia menduga adanya ego sektoral dari setiap dinas Pemerintah Kota Bandung sehingga upaya mendukung tercapainya target yang ideal masih mengalami hambatan.
“Untuk menuju smart city, kami melihat telah banyak aplikasi yang berhasil diluncurkan. Hanya saja belum terintegrasi satu sama lain. Jangan sampai ada ego sektoral dari setiap OPD untuk menunjukkan aplikasi mana yang lebih unggul. Sehingga kami berharap Diskominfo ini justru menjadi leading sector dari semua sistem yang ada, agar dapat terintegrasi dan terukur,” ujarnya.





