close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Genangan Dititik Banjir Kota Bandung Berkurang

Okan
Jumat, 4 Juni 2021 - 08:25:33
in HEADLINE, KABAR KOTA
Pemkot Klaim Tren Banjir di Kota Bandung Menurun

Banjir Kota Bandung (Humas Pemkot Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung cukup berhasil mengatasi permasalahan banjir di Kota Bandung. Salah satu indikasinya yaitu semakin berkurangnya titik lokasi banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi mengungkapkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Bandung, terdapat 36 titik lokasi banjir. Dari jumlah tersebut, kini relatif sudah tidak terjadi genangan.

“Relatif sudah tidak terjadi genangan lagi,” ujar Didi.

Didi mengakui, masih ada sejumlah titik yang sering terjadi genangan. Di antaranya kawasan Kopo, Citarip, Leuwi Panjang dan Cibaduyut.

“Titik masih sering itu di Kopo, Citarip, Leuwi Panjang dan Cibaduyut. Ini kalau bisa diselesaikan di hulu,” ujar Didi.

Menurutnya, air akan terkendali jika menilik parkir air. Bahkan jika banjir tiba pun bisa menggunakan pompa air, namun harus sesuai penempatan.

“Itu harus ada ruang untuk parkir air atau penempatan pompa,” katanya.

Ia mencontohkan, di wilayahnya Gedebage, meskipun masih terjadi banjir, namun genangan air tidak lama.

“Contohnya Gedebage masih banjir tapi genangan tidak lama atau sampai antre panjang. Itu masih bisa dilewati, pamemulihannya sudah ada kolam retensi,” katanya.

Salah satu upaya mencegah banjir, DPU pun terus berupaya membuat drum pori dan sumur imbuhan.

“Drum pori mulai tahun 2019, ada 3.500 drum pori lebih. Sumur imbuhan dalam dibangun sejak tahun 2020. Telah ada 10 sumur imbuhan. Tahun ini tambah 20 sumur lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dedy Dharmawan mengatakan, masalah banjir harus diatasi mulai dari lingkungan sendiri.

Rumah tinggal harus mengatur sampah dengan memilah dengan baik dan benar.

“Limbah itu bukan hanya di perusahaan saja, dari rumah tangga juga ada, selain sampah,”tegasnya.

Tak hanya itu, penerapan Kang Pisman juga penting. Mulai dari memilah dan memilih sampah.

“Kang Pisman juga sebagai solusinya. Residunya diolah, tinggal dimasifkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Tags: pemkot bandung
Previous Post

ASN Kota Bandung Diimbau Gunakan Sepeda Tiap Jumat

Next Post

Camat Jadi Garda Terdepan Penanggulangan HIV/AIDS

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.