close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR JABAR

Demi Percepatan Vaksinasi, Jabar Bentuk Divisi Khusus

Okan
Rabu, 4 Agustus 2021 - 13:00:09
in HEADLINE, KABAR JABAR
292 Insan Media di Bandung Jalani Vaksinasi Covid-19
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membentuk divisi khusus untuk mempercepat vaksinasi di masyarakat di Jawa Barat.

Proses vaksinasi di Jabar sendiri masih rendah dibandingkan daerah-daerah lain sehingga hal ini yang membuat Emil, sapaan Ridwan Kamil mengambil langkah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Dedi Supandi ditunjuk menjadi Ketua Divisi Khusus Percepatan Vaksinasi.

Sebagai gebrakan Dedi mengaku telah menyiapkan beberapa strategi agar percepatan vaksinasi bisa berjalan optimal seperti memastikan kesamaan kebijakan dari pemerintah daerah.

Secara teori kekebalan komunitas atau herd Immunity bisa tercapai jika sudah menyasar 70 persen populasi.

“Artinya, bila jumlah penduduk Jabar sekitar 45 juta, maka 70 persennya yaitu ditargetkan sekitar 37 juta yang mencapai herd immunity. Tinggal dipetakan per kabupeten kota,” katanya.

Selain itu komunikasi kepada masyarakat seperti peguatan dalam penggunaan platform akan menjadi perhatian agar mengurangi miskomunikasi.

“Hal tersebut dilakukan dengan cara, peningkatan compliance rate dari pelaporan menggunakan aplikasi SMILE, mendorong adanya pencatatan laporan konsumsi vaksin oleh TNI dan Polri,” katanya.

Untuk mencapai itu, menurut Dedi, pihaknya telah merumuskan sejumlah program guna mempercepat laju vaksinasi di Jabar. Salah satunya melalui konsep vaksin Gendong.

“Jadi nantinya, setiap anak atau siswa pelajar ini membawa kedua orang tuanya juga kakek dan neneknya untuk mendapatkan vaksin,” katanya.

Kemudian, menurut Dedi, yang kedua konsep yang akan diterapkan yaitu menjadikan vaksin sebagai syarat berkegiatan di berbagai aspek kehidupan. Termasuk saat hendak berpergian atau traveling.

“Jadi, salah satu contohnya kalau ada yang mau izin mendirikan perusahaan, maka dari sekian persen karyawan itu harus sudah divaksin. Jika sudah menunjukan itu baru dapat diproses untuk mendapatkan izin,” katanya.

Tags: Jabarjawa baratpemprov jabar
Previous Post

Kota Bandung Diprediksi Telah Lewati Puncak Kasus Covid-19

Next Post

Semangat Pengrajin Singkong Bertahan Ditengah Pandemi

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.