Bandung: Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku belum mengabulkan janji politik untuk memberikan anggaran segar sebesar Rp200 juta bagi setiap RW dalam bentuk Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan. Padahal saat ini telah tiga tahun Oded memimpin sejak 2018 silam terpilih menjadi Wali Kota Bandung.
Penambahan anggaran PIPPK dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta digaungkan Oded saat kampanye pada Pilkada 2018 silam bersama pasangannya Yana Mulyana. PIPPK tersebut pun menjadi salah satu program unggulan Oded untuk membangun Kota Bandung berbasis kewilayahan meneruskan terdahulunya yakni Ridwan Kamil.
Namun Oded mengaku hingga kini sulit untuk menambah anggaran tersebut. Pandemi covid-19 menjadi salah satu alasan utama bagi Oded untuk bisa merealisasikan janji politik itu.
“Dengan adanya pandemi ini, saya sudah minta pada temen-temen di tingkat RW ini harus dipahami, dan mereka juga memahami,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (14/9/2021).
Oded menuturkan, sulit untuk memenuhi janji tersebut dimasa pandemi covid-19. Terlebih beberapa pos anggaran justru dialihkan ke bidang kesehatan untuk penanganan covid-19.
“Yah kalau besok atau lusa ada anggaran, yah kenapa tidak, karena itu buat masyarakat. Yang penting mang Oded tidak ada istilah sungkan-sungkan takut popularitas, tidak saya mah apa adanya kalau kenyataan seperti itu saya sampaikan,” bebernya.
Namun untuk tahun ini Oded mengaku telah menambah anggaran PIPPK menjadi Rp25 juta untuk berbagai sektor pembangunan disetiap RW. Oded berharap, dua tahun sisa masa kepemimpinannya bisa memenuji janji politik tersebut untuk pembangunan berbasis kewilayahan.
“Walau pun dalam hal ini sudah ditambah juga Rp25 juta. Tapi janji saya kamu Rp200 juta kalau kondisi keuanganya tidak ada tapi kita berharap mereka paham juga karna kondisi,” ungkapnya.





