close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home BANDUNG AGAMIS

Matan Music Bless, Moderasi Keberagamaan Melalui Pendekatan Kebudayaan

Dery F.G
Minggu, 3 Oktober 2021 - 06:46:44
in BANDUNG AGAMIS
Matan Music Bless, Moderasi Keberagamaan Melalui Pendekatan Kebudayaan
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Fenomena pengerasan pemahaman keagamaan yang masih cukup terasa dalam beberapa tahun terakhir ini diantaranya dipicu oleh bergesernya tradisi keislaman yang semula berkembang terutama melalui pendekatan kebudayaan menjadi terlalu didominasi aspek fiqih?(pemahaman hukum) semata.

?

Hal tersebut terungkap dalam perbincangan ?MATAN Music Bless? yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah MATAN (Mahasiswa Ahlith-Thoriqoh al Mu?tabaroh an-Nahdliyyah)?Jawa Barat bersama Komuji (Komunitas Musisi Mengaji).

?

Dalam kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Komuji Indonesia pada ?Rabu, 29 September 2021 ini, hadir sebagai pembicara utama Gus Hasan Chabibie selaku Plt. Ketua Umum PP MATAN dan Dr Ajid Thohir sebagai Ketua PW MATAN Jawa Barat.

?

Penyelenggaraan MATAN Music Bless perdana ini juga menghadirkan Habib Husein Ja?far Al-Hadar, DR Asep Salahudin dan Kalis Mardiasih. Di samping itu, hadir pula Kholil Mahmud (vokalis Efek Rumah Kaca), Dewi Gita?dan?Panji Sakti (song writer?dan?composer) yang ikut berbagi pengalaman mereka.

?

Dalam pembukaan?MATAN Music Bless yang mengangkat tema??Khazanah serta nilai sufisme dalam perkembangan sosial dan budaya popular? ini, Gus Hasan yang juga merupakan Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud menjelaskan, unsur-unsur kebudayaan seperti musik, tari ataupun sya?ir sesungguhnya merupakan bagian dari tradisi keislaman, khususnya dalam tradisi tasawuf yang menjadi metode para sufi.

?

?Dalam proses para sufi mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, tak jarang di antara mereka menggunakan musik sebagai sarana untuk mendekatkan diri dan mensucikan rohaninya, mereka menggunakan tarian, menggunakan syair-syai,??tutur Gus Hasan.

?

Dalam pandangan Gus Hasan, perkembangan Islam di Nusantara tidak bisa dilepaskan dari pendekatan kebudayaan yang dilakukan oleh para penyebar Islam di awal kehadirannya.

?

?Sebagai contoh misalnya, Sunan Kalijaga yang melahirkan banyak sekali tembang-tembang,? ungkapnya memberikan contoh.

?

Perbincangan kemudian dilanjutkan para pembicara lainnya, yang secara umum menguraikan perlunya penguatan kembali pendekatan kebudayaan dalam khazanah keberagamaan di masyarakat saat ini.

?

Tampil sebagai pembicara pertama, Asep Salahudin yang merujuk pandangan Ibnu Arabi mengungkapkan,?di dalam Al-Quran, sifat-sifat jamaliyah?atau feminim Allah yang mensiratkan keindahan pada dasarnya lebih banyak disebutkan daripada sifat-sifat jalaliyah atau maskulinitasnya.

?

Kalis Mardiasih juga mengamini paparan Dr. Asep sambil menambahkan bahwa pandangan ini yang tampaknya tidak cukup populer dalam sikap keberagamaan saat ini.

Sementara itu, Habib Husein menunjukkan peran penting para seniman yang bergerak di ruang kebudayaan dalam dakwah. Menurutnya, para seniman atau musisi dapat menyampaikan pesan-pesan keagamaan ke lebih banyak pendengar daripada pendakwah.

?

Sejalan dengan para pembicara lainnya, Gus Hasan juga menekankan relevansi paparan mereka dengan pilihan lembaganya yang bekerjasama dengan Komuji dalam menyelenggarakan event MATAN Music Bless kali ini.

?

Menurutnya, Komuji sebagai komunitas musisi yang dekat dengan kalangan anak muda dianggap dapat menjadi jembatan bagi pesan-pesan yang ingin disampaikan MATAN kepada para anak muda, di antaranya pesan moderasi dan inklusivitas keberagamaan yang disampaikan melalui kemasan kebudayaan populer seperti MATAN Music Bless.

Tags: KomujiMatan Music Blesstasawuf
Previous Post

Percepat Vaksinasi, Sekolah Yang Lakukan PTM di Jabar Akan Semakin Bertambah

Next Post

17 SMK Negeri di Jabar Punya Jurusan Baru Berbasis Industri

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.