close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Buruan Sae Jadi Rujukan Organisasi Ketahanan Pangan Internasional

Mahyr A.
Sabtu, 13 November 2021 - 17:29:53
in KABAR KOTA
Buruan Sae Jadi Rujukan Organisasi Ketahanan Pangan Internasional
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Konsep Buruan Sehat Alami Ekonomis (SAE) kembali menjadi rujukan permodelan urban farming. Kali ini, organisasi internasional, Rikolto yang tengah menggarap program ketahanan pangan di Indonesia sengaja datang ke Kota Bandung untuk melihat Buruan SAE.

Rombongan Rikolto diterima langsung oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Selain berdiskusi, Oded juga mengajak rombongan yang terdiri dari perwakilan dari Bali, Solo, dan Depok melihat pengaplikasian Buruan SAE yang terintegrasi dengan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) di Pendopo Kota Bandung.

Oded menuturkan, konsep Buruan SAE muncul atas keprihatinannya terhadap kondisi pangan di Indonesia, khususnya Kota Bandung.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, bahkan impor cukup miris jika menilik pada kondisi alam Indonesia yang subur.

“Indonesia dianugerahi menjadi negeri sangat subur makmur. Hampir segala macam tumbuh di Indonesia, saking suburnya. Tapi saya prihatin setelah di atas 70 tahun, ketan saja kita ada yang impor. Garam, sayuran, buah-buahan juga impor,” ucap Oded di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 13 November 2021.

Terlebih, saat Oded melihat kultur perkotaan yang memang tidak begitu dekat dengan konsep perkebunan, ini harus mendapat perhatian khusus. Mengingat terbatasnya lahan untuk bisa mengaktivasi kebun.

“Ketika mendapat amanah, saya berpikir kalau sebuah kota yang terbatas lahannya kemudian mampu menghadirkan ketahanan pangan itu baru istimewa. Kalau wilayah kabupaten yang punya banyak lahan itu biasa-biasa saja,” ujarnya.

Ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Oded menilai pelaksanaan konsep berkebun di perkotaan menjadi semakin penting. Sehingga Ia terus memperkuat Buruan SAE untuk membangun ketahanan pangan. Minimal untuk memenuhi level rumah tangga.

“Ketika pandemi, apabila sampai lockdown ini tidak bisa kemana-mana. Bisa jadi pasokan tidak masuk Kota Bandung. Kalau pasokan ini berhenti kita bisa kelaparan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Oded menuturkan, konsep Kang Pisman ini menjadi saling dukung dengan Buruan SAE. Yakni sekaligus menjadi solusi untuk persoalan sampah yang menjadi masalah utama perkotaan.

“Pengolahan sampah paling efektif itu di hulu, bukan di hilir. Artinya dari warga. Karena paling mahal biaya pengolahan sampah itu pada biaya operasional dan tiping fee. Kalau desentralisasi selesai, minimal di TPS memotong efisiensi,” ulasnya.

Sementara itu, Regional Direcktor Rikolto Indonesia, Nonie S. sangat bersyukur bisa datang ke Kota Bandung untuk melihat langsung konsep Buruan SAE.

Menurutnya, Buruan SAE merupakan implementasi yang komprehensif untuk konsep ketahanan pangan.

“Kita membuat konsorsium tim kota cerdas pangan. Ini program yang Rikolto bawa di 4 kota, yaitu Denpasar, Solo, Depok dan sekarang di Bandung. Ini sudah jalan dari 2017. Dua tahun pertama itu lebih banyak riset dan pada 2019 mulai implementasi,” kata Nonie.

Sedangkan Kepala Bappeda Surakarta, Tulus Widayat ikut terkesan dengan keberpihakan kebijakan pimpinan di Kota Bandung.

Menurutnya, keseriusan Oded terhadap program ini menjadi kunci penting dalam membangun ketahanan pangan masyarakat perkotaan.

“Bagaimanapun program yang dijalankan perangkat daerah dan masyatakat tergantung political will dari pemimpin. Ini sebagai bekal, karena kami sedang berproses di Solo,” ungkap Tulus.

Tags: bandungbandung buruan sae
Previous Post

Yana-Rappi Tampan Bagikan Alquran dan Juz Amma

Next Post

Pengoperasian Alun-Alun Untuk Masyarakat Akan Dievaluasi

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.