BANDUNG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening Kota Bandung menggandeng PT Adaro Tbk menjalin kerjasama untuk menanggulangani kebocoran air berekening (ATR) di wilayah pelayanan utara Kota Bandung. Adaro mengucurkan dana Rp244 miliar untuk menurunkan tingkat kebocoran air dari 40 menjadi 17 persen.
Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi mengatakan, selama ini tingkat kebocoran air yang terjadi di kawasan bermeter sebanyak 40 persen. Tirtawening pun diakui Sonny tidak memiliki anggaran begitu pun Pemkot Bandung untuk memberikan modal dalam perbaikan tersebut.
“Sesungguhnya di tiga bulan akan dipastikan kehilangan air ada di berapa. Kita sepakati di Utara kehilangan (air) 43 persen dalam data kami. Kita akan bersama menyepakati ukuran yang akan menjadi indikator keberhasilan sebuah kerjasama, keluhan air, jumlah pelanggan input debit air produksi yang diproduksi,” Sonny usai tanda tangan kerjasama di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Selasa, 18 Januari 2022.
Ia mengatakan target yang diharapkan dari kerja sama tersebut yakni 11 tahun dan tingkat kehilangan air dapat menurun dari 43 persen menjadi 17 persen atau kurang lebih 26 persen terselamatkan. Kerjasama tersebut pun, lanjutnya, telah digodok selama enam tahun lalu disaat kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung.
“Ini merupakan perjalanan panjang, karena kurang lebih dari satu tahun untuk studi, dan sejak dari enam tahun lalu kita memulai untuk melakukan kerjasama ini,” bebernya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Adaro, Ahmad Rosyid mengaku, proyek air minum tersebut merupakan bisnis yang menjanjikan. Terlebih diakuinya, baru saat ini PDAM se-Indonesia melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk memperbaiki pipa guna menyelamatkan kebocoran air bersih.
“Target kerja sama total selama 11 tahun itu 53 juta meter kubik atau 219 liter per detik (air yang terselamatkan). Ada pun tahapan tahun pertama sampai dengan tahun ketiga itu tidak langsung 219 liter per detik tapi bertahap. Pertama kalau tidak salah tahun pertama 12 liter per detik,” kata Ahmad ditempat yang sama.
Ia berharap, kerjasama tersebut menjadi role model bagi PDAM didaerah lainnya untuk mengurangi tingkat kebocoran. Pasalnya tingkat kebocoran air bersih di Indonesia hingga kini mencapai 32,8 persen.
“Kenapa tertarik, ini adalah peluang bisnis disampaikan direktur bahwa secara keseluruhan peluang untuk investasi di air minum tidak hanya di unit produksi ini. Memang tingkat kehilangan air seluruh Indonesia disampaikan 32,8 persen,” ungkapnya.





