BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan perusahaan e-commerce, JD.ID, menggandeng ibu-ibu untuk berbelanja secara cerdas guna menghindari penipuan serta kesalahan dalam membeli barang. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kecamatan Batununggal, Jalan Venus, Kota Bandung, Jumat, 21 Januari 2022.
Edukasi tersebut menargetkan ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) karena dinilai mempunyai peran aktif dalam keberlangsungan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Jadi kita disini acaranya membagikan sembako kepada ibu-ibu PKK dan juga kita memberikan materi bagaimana menjadi smart berbayar untuk berbelanja online terutama untuk berbelanja di DJ.ID,” ujar Market Manajer DJ.ID, Rissa Mariyani.
Rissa menuturkan, ibu-ibu pun dinilai harus mengikuti kemajuan teknologi serta memanfaatkannya untuk kemudahan berbagai kebutuhan. Terlebih ibu-ibu mempunyai keputusan tempat untuk berbelanja yang dianggap aman dan nyaman.
“Secara teknologi kita sempat survei dan mereka masih banyak yang belum menggunakan platfom online untuk berbelanja. Jadi masih banyak yang datang ke toko modern padahal secara harga di online ini sudah bersaing,” tuturnya.
Selain itu, diakui Rissa, belanja secara online pun diakui menjadi salah satu cara untuk mengurangi kontak fisik dalam mencegah penyebaran Covid-19. Rissa menjamin, barang yang dibeli dan dikirim melalui JD.ID dilakukan secara protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.
“jadi kita membantu untuk menurunkan angka Covid-19 juga supaya mereka bisa diam dirumah untuk berbelanja kebutuhan sehari hari dalam platfom online,” sahutnya.
Sementara itu Camat Banutunggal, Tarya, mengatakan kolaborasi tersebut dinilai penting terutama bagi PKK untuk diteruskan kepada warga. Telebih di masa pandemi Covid-19, Pemkot Bandung terus berupaya untuk mengurangi mobilitas warga dan mendorong untuk berbelanja secara online yang bisa dilakukan dirumah.
“Apalagi ini dimasa pandemi, kemari kan omicron sudah masuk kota Bandung. Saya kira ini salah satu langkah bagaimana tidak ada kontak langsung dengan pembeli dan penjual,” kata Tarya ditempat yang sama.





