close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Gerindra: Tidak Tepat Bandingkan Azan yang Indah dengan Suara Lain

Mahyr A.
Kamis, 24 Februari 2022 - 19:16:45
in HEADLINE
Gerindra: Tidak Tepat Bandingkan Azan yang Indah dengan Suara Lain
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran terkait aturan penggunaan toa di masjid dan musala. Dia pun membandingkannya dengan gonggongan anjing.

Yaqut menjelaskan, dia tidak melarang penggunaan toa oleh masjid ataupun musala. Pemerintah hanya mengatur besar volume.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, suara azan itu indah. Karena itu, tidak tepat jika suara azan dibanding-bandingkan dengan suara lainnya.

“Jika suara azan dianggap sebagai gangguan, saya pikir itu berlebihan. Suara azan itu indah dan bermakna, menjadi semacam budaya di Indonesia,” kata Dasco kepada wartawan, Kamis (24/2/2022).

Dasco mengatakan, azan di Indonesia sudah menjadi budaya karena dikumandangkan 5 kali sehari dengan durasi 1 sampai 1,3 menit. Suara azan mengingatkan dan memanggil umat Islam untuk bergegas menlaksanakan salat. Hal itu dikategorikan sebagai kearifan dan cagar budaya dalam hidup bertoleransi antar umat beragama di Indonesia.

“Tidak bisa disamakan dengan suara apa saja, apalagi dianggap sebagai suara yang menganggu,” jelasnya.

Dasco mengajak semua pihak untuk memaknai toleransi dengan baik. Semua pihak saling menghormati dan menghargai sesama anak bangsa dan sesama umat beragama.

“Untuk itu, di tengah keberagaman yang kita miliki, saya mengajak kepada semua pihak untuk memaknai toleransi dengan baik. Mari kita pertebal semangat persatuan, saling menghormati dan saling menghargai sesama anak bangsa dan juga antarumat beragama,” ujarnya.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jabar Abdul Haris Bobihoe menyatakan, gema azan sebagai dakwah dalam arti ajakan atau panggilan melakukan salat berjamaah. Maka azan sangat penting dikumandangkan untuk mengingatkan bahwa waktu salat telah masuk sehingga penggunaan pengeras suara menjadi penting agar radius gema azan terdengar luas.

“Coba saat azan berkumandang, hayati dan resapi. Sangat indah. Ini ajakan kebaikan. Jadi kalau pun keras, tidak mengapa. TInggal koordinasikan antarwarga,” katanya.
Haris menjelaskan, dakwah atau syiar Islam dalam azzan adalah suatu bentuk kegiatan menyampaikan pesan yang terkandung dalam lafadz-lafadnya. Lafadz azan sebagai bentuk syiar Islam yaitu seperti lafadz hayya alash sholah yang artinya marilah sembahyang (sholat) dan hayya alal falah mari menuju kemenangan.

“Maksud dari lafadz tersebut adalah suatu ajakan kepada seluruh umat manusia untuk menunaikan salat agar mendapatkan kemenangan di dunia dan di akhirat,” paparnya.

Haris mencontohkan tradisi unik yang hingga saat ini tetap lestari di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, di Kawasan Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Setiap salat Jumat, lantunan azan tidak dilakukan oleh hanya satu orang, melainkan tujuh orang sekaligus secara bersamaan, yang dikenal dengan tradisi azan pitu.

“Tradisi ini berawal saat Syarif Hidayatullah memerintahkan tujuh orang warga untuk azan secara bersamaan. Perintah itu muncul untuk memerangi wabah penyakt yang melanda sejumlah warga Cirebon sekitar keraton. Setelah azan pitu, warga yang sakit sembuh dan penyakit itu hilang. Jadi, azan juga punya makna lain,” jelasnya.

Tags: gerindrakemenag
Previous Post

Syarat Agar di Jabar Bebas dari Blind Spot Internet

Next Post

Gelar Rakerwil, PKS Jabar Buka Pendaftaran Anggota Baru dan Bacaleg

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.