Bandung – Kabar baik bagi para siswa SMA, SMK dan SLB di Jawa Barat lantaran Dinas Pendidikan Jawa Barat kini memberi lampu hijau untuk melakukan study tour.
Tentunya tidak sembarangan, berbagai persyaratan wajib dipenuhi sekolah yang ingin melakukan study tour terutama dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu study tour hanya boleh dilakukan di wilayah Jawa Barat.
Kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, kebijakan ini diambil dengan berbagai pertimbangan terutama untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Bahkan selain study tour, pihak sekolah juga diizinkan menggelar perpisahan sekolah bagi siswa yang telah lulus.
“Kita berharap perpisahan sekolah tidak di lakukan di luar wilayah Jabar. Dasarnya dalam rangka pemulihan ekonomi daerah,” kata Dedi, Selasa (10/5/2022).
“Karena kalau warga dan siswa di Jabar membelanjakan atau berkeliling di daerah Jabar, ekonomi akan naik,” imbuhnya
Menurut dia, banyak pihak yang termasuk siswa didik yang jenuh dengan hadirnya Pandemi Covid-19. Hal itu pula yang membuat pihaknya mengeluarkan kebijakan memperbolehkan sekolah menggelar study tour.
Terlebih saat ini sudah ada kepastian KBM tatap muka 100 persen bagi SMA SMK dan SLB di Jabar. Adapun waktu dan jumlah siswa saat KBM berjalan seperti sebelum terjadi pandemi.
Hanya saja terkait dibukanya kantin dan fasilitas perilaku hidup sehat, kata Dedi, diatur oleh masing-masing satuan pendidikan. Di samping itu, saat KBM masih harus memakai masker.
“Semua kegiatan itu juga masih harus menyampaikan pemberitahuan ke satuan tugas COVID-19,” pungkasnya.





