Kabarbandung.id – Pemerintah Kota Bandung terus bekerja untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berada di ibu kota Provinsi Jawa Barat.
Salah satu bukti nyata, kawasan kumuh di Kota Kembang kini telah berkurang lebih dari setengahnya. Pada tahun 2016, tercatat terdapat 1254,7 hektare kawasan kumuh namun saat ini turun menjadi 586,3 hektare.
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), masyarakat Kota Bandung dan pemerintahan memiliki misi dan semangat yang sama untuk kemajuan Kota Bandung.
“Saya senang melihat perubahan seperti ini. Kita punya semangat yang sama, sehingga kita bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memajukan Kota Bandung,” ujarnya.
Sementara itu Koordinator Kotaku Kota Bandung, Dede Kahiyat menjelaskan, target Kotaku Kota Bandung di tahun 2019 ini adalah menekan angka wilayah kumuh di Bandung.
“Kami menargetkan di tahun 2019 ini untuk menyelesaikan 586 Hektare wilayah kumuh di Bandung. Nantinya wilayah kumuh di Bandung menyisakan nol hektare,” tekad Dede.
Kotaku Kota Bandung telah bekerja sejak 2016. Kotaku Kota Bandung berhasil membenahi beberapa wilayah kumuh di Bandung.
Di tahun 2018 lalu, Kotaku Kota Bandung membangun tangki septi atau septic tank komunal di Kelurahan Sukagalih, RW 05 Kelurahan Cibadak Kecamatan Astana Anyar, dan Kecamatan Coblong. Termasuk membangun drainase di Kelurahan Pasir Impun, Cirangrang dan Pasirluyu.
“Selain manfaat untuk lingkungan, ada juga manfaat lain seperti septic tank komunal di Coblong yang juga bisa dijadikan lapangan bermain. Atau proses mendesain wilayah kumuh yang bisa dijadikan sarana berekspresi warga,” katanya.





