Kabarbandung.id -Pemerintah Kota Bandung terus melakukan upaya untuk mengurangi produksi sampah di Kota Kembang.
Setelah meluncurkan gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan Sampah), Pemkot Bandung sedang mengembangkan metode peuyeumisasi.
Peuyeumisasi yaitu metode pengolahan sampah yang diberi cairan khusus semacam bio activator dan diproses mirip pembuatan makanan khas sunda ‘peuyeum’.
Bahkan saking hebatnya metode ini membuat sampah menjadi menyusut dan semakin padat. Setelah menyusut, sampah lalu diolah kembali menggunakan mesin hingga berubah jadi bahan bakar padat seperti pelet atau briket.
“Kalau briket bisa dijadikan bahan bakar seperti kompor. Sedangkan pelet bisa untuk bahan bakar pabrik atau pembangkit listrik tenaga uap. Tapi memang lebih dianjurkan agar digunakan untuk mesin besar karena sudah ada teknologi penyaringan uap hasil pembakarannya nanti,” kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Sopyan Hernadi.
Sopyan menjelaskan untuk proses peuyeumisasi memerlukan waktu sekitar lima hari sebelum diproses menjadi bahan bakar. Selama proses itulah sampah berubah semakin lunak secara perlahan.
Metode peuyeumisasi merupakan metode paling efektif diterapkan di Kota Bandung. Sebab proses pengolahan tanpa harus memilah terlebih dahulu antara sampah organik dengan non organik.
?
“Peyeumisasi lebih ke mempercepat proses karena sampah tidak hanya organik tapi bisa mix, tercampur tapi tanpa melalui proses pembakaran. Kalau kaya kompos dan biodigester itu khusus organik, jadi harus ada pemilahan,” ungkapnya.





