close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Jangan Takut Untuk Tes HIV

Okan
Selasa, 19 Maret 2019 - 13:48:29
in HEADLINE, KABAR KOTA
Ilustrasi HIV-AIDS (medclique.org)

Ilustrasi HIV-AIDS (medclique.org)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Setiap tahunnya jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Barat terus meningkat. Beberapa program terus dilakukan untuk menekan jumlah penderita.

Koordinator Program Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Jawa Barat, Landry Kusmono mengatakan dari hasil pendataan mayoritas penularan dilakukan oleh kelompok heteroseksual atau ketertarikan seks terhadap lawan jenis.

Beberapa tahun terakhir kelompok ini cukup mendominasi penularan dibandingkan kelompok populasi seperti waria dan wanita pekerja seks.

Kurang pekanya seseorang meski memiliki perilaku beresiko terutama pria menjadi alasan. Seseorang biasanya merasa sehat padahal sebetulnya dia telah tertular HIV.

“Kita gak tau siapa yang terinveksi kalau belum periksa darah atau dia mengaku tidak akan ketahuan.”

“Salah satu orang gak mau tes itu gak punya rasa sakit nah ketika terinveksi pertama kali itu ga punya rasa sakit, ketika 6 bulan atau satu tahun terasa seperti berat badan turun, diare gak berhenti-henti diperiksa baru ketahuan dan itu sudah masuk fase rawan,” kata dia kepada kabarbandung.

Landry memberi gambaran dari hasil penilitian jika seorang wanita pekerja seks terinveksi HIV dalam satu hari dia melayani 5 orang, kalau 20 hari berarti 100 orang dan mayoritas 90 persen laki-laki beristri tentunya beresiko menularkan kepada istrinya.

Kedepan Landry menjelaskan KPA Jabar akan membuat program untuk menyisir laki-laki yang sampai saat ini belum tersosialisasi secara maksimal.

“Harapan kita kedepan ada program, kalau masyarakat khawatir harusnya ga usah khawatir ke populasi kunci (waria dan wanita pekerja seks) harusnya lebih khawatir dengan populasi umum yang menyebarkan ini kalau ga dites. Kalau populasi kunci mereka sudah memiliki tingkat kesadarannya tinggi dan penularannya terkontrol tidak meningkat besar,” katanya. (kuh)

Tags: aidshivkabar pemerintahankomisi penanggulangan aidskpa
Previous Post

Pemkot Bandung Akan Evaluasi Carpooling

Next Post

Oded Ajak Milenial Tertib Berlalu Lintas

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.