Kabarbandung.id – Pemkot Bandung terus menyosialisasikan Beas Beureum (Bekal Anak Bergizi, Enak dan Murah) sebagai salah satu program unggulan.
Bertampat di Aula Agape RS. Immanuel, Kota Bandung, Dinas Kesehatan mengumpulkan seluruh Kepala UPT Puskesmas dan Kepala Sekolah Dasar, SMP, SMA Se-Kota Bandung.
Diharapkan dengan sosialisasi yang intens membuat masyarakat semakin paham dan mampu menerapkan program pencegahan stunting atau masalah gizi tersebut dengan baik.
Kondisi stunting pada balita, memiliki risiko lebih tinggi berlanjut pada usia anak sekolah 6-18 tahun. Sedangkan anak stunting pada usia dewasa memiliki risiko obesitas dan penyakit lainnya.
“Kota Bandung masih dihadapkan dengan gizi kronis. Berdasarkan data pemantauan status gizi pada tahun 2017, prevalensi balita stunting masih sebesar 25,8 persen. Banyak efek negatifnya baik jangka pendek maupun jangka panjang.”
“Sosialisai masalah gizi khususnya pada anak harus gencar. Khususnya kepada orang tua, harus membiasakan menyediakan bekal dari rumah untuk anak-anaknya dengan takaran gizi yang pas,” kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita mengungkapkan program Beas Beureum diawali dengan mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah untuk mewajibkan anak-anak untuk membawa bekal.
“Kami akan mewajibkan anak-anak untuk bekal makanan dari rumah. Jadi pas jam istirahat mereka bisa makan bersama di sekolah.”
“Saya mengajak kepada seluruh orang tua harus lebih memperhatikan gizi anaknya sejak balita. Dan bagi orang tua yang memiliki anak di SD, SMP maupun SMA, sempatkanlah menyediakan bekal makanan dari rumah untuk anaknya. Supaya generasi muda Indonesia semakin sehat dan pintar,” tuturnya.





