Kabarbandung.id – Sebuah pameran benda-benda ekstrem digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung. Kegiatan ini berlangsung 22-24 Maret 2019.
Dalam pameran itu dihadirkan lebih dari 20 barang yang pernah dipakai para korban kekerasan seksual. Selain pakaian, ditampilkan juga beragam benda lainnya, mulai dari kondom, kantong kresek yang dipakai untuk pengganti kondom, hingga pil KB.
“Kita ingin mengedukasi soal (bahaya) kekerasan seksual. Kalau dengan cara halus, ini enggak akan cepat (penyadarannya),” kata Ketua Divisi Publikasi dan Dokumentasi Pameran Yuvi Aliya saat ditemui di lokasi, Sabtu (23/3/2019).
Ia pun mengakui benda yang ditampilkan tergolong ekstrem, tak lazim, bahkan tabu bagian sebagian masyarakat. Tapi, dengan cara itu publik diharapkan lebih sadar soal bahaya kekerasan seksual yang bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dialami siapa saja, termasuk dilakukan siapa saja.
Untuk melengkapi berbagai barang yang ditampilkan, di samping setiap barang dipasang kertas. Isinya adalah tulisan berisi cerita dan pengalaman para korban.
Salah satunya berisi cerita pengalaman korban yang dilecehkan pedagang asongan. Ada yang jadi korban kekerasan seksual oleh keluarga sendiri. Bahkan, sampai ada yang jadi korban kekerasan seksual dimana sang pelaku memakai kantong kresek, bukan kondom.
Pengunjung yang melihat aneka barang dalam pameran itu pun pasti akan merinding. Bahkan, mungkin akan larut dalam kesedihan dan kemarahan seperti yang dialami para korban.
Sementara selain pameran, setiap harinya ada seminar dan diskusi seputar kekerasan seksual. Dari kegiatan itu, publik diharapkan sadar langkah yang harus dilakukan agar tidak jadi korban, apalagi jadi pelaku kekerasan seksual.
Baraya Bandung penasaran ingin melihat pameran dan hadir dalam diskusi, masih ada waku nih sampai besok. Datang ke lokasi juga gratis kok. Yuk, tambah pengetahuanmu! (bud)





