Kabarbandung.id – Ratusan orang merayakan Hari Sindroma Down atau World Down Syndrome Day di Kota Bandung, Minggu (31/3/2019).
Kegiatan diisi berbagai acara seperti pentas seni dan layanan kesehatan gratis serta flash mob. Yang paling unik adalah puluhan anak Down Syndrome berlari sejauh hampir dua kilo meter dari kawasan Dago (persimpangan Jalan Sulanjana – Ir Djuanda) menuju Balai Kota Bandung.
Salah satu panitia acara, Rina Niawati mengaku cukup terkejut dengan antusias anak Down Syndrome yang terlibat kegiatan ini.
“Tadi dimulai dari jam 7 pagi start dari Dago ditemani oleh pendaming saya kira satu jam akan sampai, tapi anak-anak dalam setengah jam sudah nyampe lebih cepat tanpa ada mengeluh. Semua happy Alhamdulillah,” katanya disela-sela acara.
Rina menjelaskan tujuan kegiatan ini ingin mengajak seluruh masyarakat bahwa terdapat anak-anak yang memiliki keistimewaan dan harus kita rangkul.
“Anak down syndrome lahir dengan keistimewaan sendiri, tetapi mereka bisa hanya berbeda dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan itu. Bukan berarti tidak bisa, mereka bisa, tidak usah dikasihani, tidak usah diistemawakan juga yang penting diberi kesempatan,” katanya.
Selain itu dia memberi pesan kepada orang tua yang memiliki anak down syndrome agar tetap tegar dan memberikan stimulasi yang baik kepada anak.
“Punya anak down syndrome bukan akkhir dari segalanya, intinya terima mereka, pahami, mari kita bergandengan tangan saling menguatkan untuk mengantar mereka menjadi anak yang mandiri,” katanya.





