Kabarbandung – Pemkot Bandung menjamin ketersediaan pangan di pasaran menjelang lebaran 2019.
Bahkan setelah melakukan pemantauan di 33 pasar tradisional dan 61 pasar modern, beberapa harga komoditas utama masih masuk dalam kategori stabil termasuk gas elpiji 3 kg.
“Terlebih lagi pascakenaikan harga bawang putih di awal Ramadan lalu, pihaknya semakin memperketat pengawasan,” kata kata Plt Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Iim Dewi Mulyani
Ia menyebutkan, telah beberapa kali mengintervensi harga dengan menggelar operasi pasar dan bazar murah di beberapa lokasi. Hal itu bertujuan untuk menstabilkan harga pasar.
?Sekarang harga sudah stabil. Lonjakan tidak signifikan, kecuali menjelang Idulfitri. Masyarakat akan mengonsumsi lebih dari biasanya. Dengan pasokan dari Dispangtan (Dinas Pangan dan Pertanian) insya Allah aman,? tuturnya.
Hal itu diamini Kepala Bidang Keamanan Pangan Dispangtan Kota Bandung, Ermariah. Satuannya telah bergerak memastikan keamanan pasokan sejak sebelum Ramadan.
?Kami sudah ke Ciamis menemui peternak ayam yang biasa memasok ke Kota Bandung guna memastikan bisa menyediakan kebutuhan untuk lebaran. Kami juga sudah menemui ?feedloater? dan pemasok telur di Blitar,? terangnya.
?Permintaan telur paling tinggi, karena kalau di Kota Bandung banyak industri kue, jadi untuk membuat kue. Hari ini harganya berkisar Rp23.000-24.000 per kilo. Itu masih wajar,? ungkap Ermariah.
Di sisi lain, pasokan daging Kota Bandung juga diamankan dengan adanya impor daging sapi dari Australia dan kerbau dari India. Dengan cara ini, harga daging diharapkan tidak melonjak terlalu tinggi.
Saat ini, harga daging sapi segar berkisar antara Rp110.000-120.000 per kilogram. Sedangkan daging beku sapi dijual seharga Rp100.000 dan daging kerbau Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam masih berada di angka Rp34.000-36.000.





