Kabarbandung – Kurang dari satu bulan dua insiden kebakaran terjadi pada dua pasar besar di Kota Bandung yaitu Pasar Kosambi dan Pasar Ujungberung.
Kejadian pertama pada 18 Mei 2019, sebanyak 170 lapak dan 40 kios dilalap si jago merah sedangkan 9 Juni 2019, kebakaran di Pasar Ujungberung menyebabkan 88 kios hangus terbakar.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil turut prihatin dengan insiden tersebut. Bahkan dia menduga dengan waktu yang berdekatan serta lokasi yang berdekatan terdapat hal salah pada sistem kelistrikan.
“Jadi saya titip saja agar PD Pasar dan Pemkot Bandung mengecek semua yang sisanya di luar Pasar Kosambi dan Ujungberung,” katanya di Bandung, Selasa (11/6/2019).
Sempat menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Emil, sapaan Ridwan Kamil meminta pengecekan dilakukan secara berkala kepada setiap pasar.
Selain itu dia mengusulkan Pemkot Bandung bisa terus menjalin kerjasama dengan lembaga Cooper.
“Karena hasil penelitian kebakaran itu diduga kualitas kelistrikan dari kabel dan instalasi kualitasnya rendah sehingga konslet sedikit mudah tebakar.”
“Ini level pasar belum level rumah. Kami dengan program ini sangat relevan untuk mengurangi bencana kebakaran,” kata dia.





