close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home

Regol, Salah Satu Kecamatan Tersibuk di Bandung

Okan
Rabu, 19 Juni 2019 - 13:00:18
in Uncategorized
Sekretaris Camat Regol, Teddy Wirakusumah dan Lurah Pasirluyu, Asep Muslihat menjadi narasumber Bandung Menjawab yang dgelar di Runag Media, Balai Kota Bandung, (Selasa (18/6/2019). (Humas Pemkot)

Sekretaris Camat Regol, Teddy Wirakusumah dan Lurah Pasirluyu, Asep Muslihat menjadi narasumber Bandung Menjawab yang dgelar di Runag Media, Balai Kota Bandung, (Selasa (18/6/2019). (Humas Pemkot)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Kecamatan Regol, Kota Bandung menjadi salah satu kecamatan yang paling sibuk di Kota Kembang.

Tercatat terdapat 2.052 kios atau warung kelontongan, 25 restoran, 185 warung makan, 20 swalayan, 528 toko, 3 pasar umum, 141 UKM, 24 koperasi, dan 187 usaha perdagangan lainnya.

Terdapat sekitar 80.000 jiwa yang mendiami 430 hektar lahan. Namun saat jam sibuk seperti siang hari, jumlah orang mencapai 300.000 jiwa.

?Kecamatan Regol sebagai kecamatan di wilayah pusat Kota Bandung. Di titik nol kilometer dan menjadi pusat etalase di bidang perdagangan dan jasa,? kata Sekretaris Kecamatan Regol, Teddy Wirakusumah.

Namun satu permasalahan klasik yaitu keberadaan pedagang kaki lima yang terhitung cukup banyak di wilayahnya.

Teddy tak memungkiri, keberadaan PKL menjadi dilema lantaran melanggar Peraturan Daerah (Perda). Untuk itu, pihaknya terus mencari solusi masalah tersebut.

?Di satu sisi PKL menjadi permasalahan keindahan dan ketertiban. Tetapi di sisi lain warga kami menjadikannya sebagai potensi,? jelasnya.

Setidaknya, lanjut Teddy, di Kecamatan Regol ini terdata sebanyak 7 perusahaan angkutan, 25 industri pakaian, 11 industri kerajinan dan 92 industri makanan.

?Sehingga warga kami tidak sampai terlalu kesulitan untuk memasarkan produknya. Termasuk ada pusat penjualan motor bekas di Ciateul,? tambahnya.

Sebagai upayanya, Teddy menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan para pemilik pusat perbelanjaan agar bisa menampung PKL ataupun penjual lainnya agar tidak berada di pinggir jalan atau bahkan mengambil lahan trotoar.

?Kami memang ingin ada satu komplek khusus untuk menampung PKL. Hari ini memang sedang rapat dengan King Shopping Center dan Kepatihan. Kita meminta agar PKL yang ada bisa masuk ke dalam kompleks King shopping Center,? katanya.

Tags: kabar kecamatankecamatan regol
Previous Post

PDAM Tirtawening Diminta Tingkatkan Pelayanan

Next Post

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.