Kabarbandung.id – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menilai seni tradisional dan budaya mampu meningkatkan ekonomi kreatif Kota Bandung. Bahkan ia menilai, seni tradisional bisa meningkatkan pasar ekonomi kreatif Kota Bandung lebih global.
Yana Mulyana memastikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung selalu mendukung dan menfasilitasi kesenian tradisional dan ekonomi kreatif untuklebih berkembang.
“Dalam rangka meningkatkan perekonomian, Pemkot Bandung mendukung penguatan ekonomi kreatif. Maka, keberadaan seni tradisi dan budaya lokal akan tetap lestari di masyarakat,” ujarnya.
Yana meminta Rempug Jukung menjadi kalender kegiatan ekonomi kreatif. Sebab mampu menjadi pengembangan ekosistem ekonomi dalam konteks kreativitas tradisi.
“Di dalamnya harus ada kolaborasi dalam bentuk kompetisi dan pameran yang menawarkan nilai budaya, itu menjadi ciri khas kearifan lokal,” pintanya.
Ia yakin atas hal tersebut karena berdasarkan Direktori Bekraf Information System and Mobile Application (Bisma), di Kota Bandung terdapat 16 sub sektor ekknomi kreatif. Di antaranya aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, films animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penertiban, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi radio.
“Kota Bandung pada tahun 2017 ditunjuk oleh Bekraf sebagai tuan rumah, karena potensinya sangat besar. Menghasilkan ide demi kemajuan ekonomi, maka secara umum ekonomi kreatif merupakan ekonomi berbasis gagasan dan imajinasi,” katanya.





