Kabarbandung.id – Sampah menjadi salah satu permasalahan di Kota Bandung. Selain identik dengan sesuatu yang kotor sampah menjadi faktor hadirnya beberapa jenis penyakit serta banjir.
Namun di Kelurahan Sadang Serang, sampah mampu disulap menjadi busana cantik bernilai seni bahkan dipertunjukan dalam ajang fashion show yang digelar di halaman depan kantor kelurahan, Sabtu (7/9/2019) dan diikuti puluhan peserta.
Berbahan dasar plastik serta kertas, busana yang dikenakan para peserta tidak hanya menampilkan kreativitas perancangnya namun memiliki pesan terkait lingkungan serta bentuk rasa syukur memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dan Hari Jadi Kota Bandung ke-209.
“Kita terinspirasi dari permasalahan Kota Bandung salah satunya adalah sampah, nah di Kelurahan Sadang Serang kita fokus sama permasalahan sampah ini dan kita fight sama masalah sampah.”
“Selain itu kita memang ingin melatih bagaimana masyarakat bisa terlibat agar mampu memanfaatkan sampah sehingga bisa memiliki nilai ekonomi,” kata Lurah Sadang Serang, Hasan Arifin disela-sela acara.
Hasan mengatakan acara fashion show menjadi salah satu rangkaian sosialisasi kepada masyarakat agar terus bisa mengurangi sampah bahkan mampu menekan hingga nol persen.
Program SIK (Sampah sampai habis, Inovasi dan Kolaborasi) yang digagas oleh kelurahan kini bahkan mampu membuat sampah tidak harus dikirim ke tempat pembuangan akhir.
“Alhamdulillah setelah kita terapkan sudah banyak adanya sampah anorganik sehari sekitar 500 kilo. Organik jadi biji plastik yang menguntungkan masyarakat, bila ada residu hasilnya bisa jadi batako, bbm. Untuk organik kita jadi kompos,” katanya.





