close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR PERSIB

Saat Sejarah Jadi Pintu Mencegah Korupsi

Okan
Minggu, 29 September 2019 - 16:13:28
in HEADLINE, KABAR PERSIB
Saat Sejarah Jadi Pintu Mencegah Korupsi
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Belajar sejarah tak melulu soal kejadian penting. Jauh lebih dalam dari itu, belajar sejarah justru bisa jadi sarana untuk pencegahan korupsi.

Hal ini yang dilakukan kelompok belajar di Kota Bandung bernama Sakola Rajat (SR) Iboe Inggit Garnasih. Di sini, siswa diajak untuk belajar berbagai hal melalui pintu sejarah.

SR Iboe Inggit Garnasih sendiri sudah sudah sejak Maret 2017 yang digagas Gatot Gunawan, seorang penari asal Bandung. Melalui SR, ia berusaha membagi berbagai pengetahuannya, mulai dari sejarah, seni, budaya, olahraga, serta berbagai hal lainnya.

Tapi, untuk menularkan ilmunya, ia lebih memilih menjadikan sejarah sebagai ‘peluru’ utamanya. Dari sejarah ia berusaha menanamkan banyak hal kepada para siswanya yang jika ditotalkan berjumlah sekitar 40 orang.

“Sebenarnya di kita lebih ke belajar pendidikan pendidikan karakter dan budi pekerti. Tapi belajarnya melalui sejarah sebagai media penyampaiannya,” ujar penanggung jawab SR Iboe Inggit Garnasih Gatot Gunawan di Bandung, Minggu (29/9/2019).

Bagi Gatot, belajar melalui sejarah justru membuka berbagai hal. Bahkan, banyak pelajaran penting yang bisa diambil. Sebab, ia berusaha mengajak para siswa untuk belajar sejarah bukan hanya sekadar kulitnya saja.

Bahkan, tanpa disadari, ia justru menanamkan sembilan nilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sembilan nilai itu adalah Jupe Mandi Tangker Sabedil yang artinya jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.

Nilai-nilai itu ditanamkan dalam berbagai hal. Saat belajar sejarah misalnya, ia mengungkap nilai keteladanan dari para tokoh atau pelaku sejarah. Ia memberi gambaran bagaimana sosok tersebut memiliki sikap jujur, peduli, disiplin, dan tanggung jawab.

SR Iboe Inggit Garnasih bahkan memiliki semacam klub sepakbola dengan nama Maulwi Saelan. Bukan sekedar memberi nama. Maulwi Saelan justru punya nilai dan semangat yang bisa ditiru. Sebab, Saelan adalah seorang tentara sekaligus pesepakbola hebat di zamannya.

Pelajaran pentingnya, ia memberi tahu pada para siswa bahwa Saelan juga pernah jadi ajudan Presiden Soekarno. Bahkan, setelah purnatugas, Saelan sangat fokus pada dunia pendidikan dengan mendirikan Yayasan Al Azhar.

Hal serupa juga Gatot terapkan saat mengajarkan sejarah tokoh lainnya. Yang terpenting adalah siswa bisa belajar banyak dari suatu peristiwa atau tokoh sejarah, bukan sekedar tahu apa yang terjadi di masa lalu.

Dalam proses belajar-mengajar, ia juga menerapkan berbagai nilai KPK lainnya secara tidak langsung. Ia mengajarkan para siswa untuk disiplin, mulai dari masuk tepat waktu hingga menggunakan seragam berupa pakaian tradisional khas Sunda.

Saat belajar tarian tradisional misalnya, ia menerapkan kedisiplinan tinggi bagi siswa. Kerja keras, hingga tanggung jawab pun menjadi warna yang wajib dimiliki. Dengan cara seperti itu, mereka diharapkan dibentuk jadi pribadi yang positif dan kelak tak berpikir untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Apalagi saat belajar soal sejarah dan kisah perjuangan para pahlawan, siswa diajak untuk tahu betul bagaimana mereka berjuang dulu. Sehingga, sejak dini mereka ditanamkan untuk mencintai negaranya sendiri.

Apa yang diajarkan memang terkesan sepele bagi sebagian orang. Tapi, Gatot berkeyakinan apa yang diajarkan kelak akan berdampak hebat bagi para siswa. Bahkan, mimpi besarnya, apa yang diajarkan mampu membuat para siswa kelak menjadi pribadi yang anti terhadap korupsi.

“Pendidikan ini pasti berdampak untuk jangka panjang karena ini berhubungan dengan pendidikan karakter. Kalau dari kecil sudah ditanamkan nilai pendidikannya seperti itu, pasti berpengaruh saat mereka besar,” jelas Gatot.

Ia pun mencontohkan pendidikan yang diterimanya dari orang tua. Ia sejak kecil terbiasa ditanamkan untuk disiplin. Hal itu pun menjadi kebiasaan hingga ia dewasa.

“Saya dididik orang tua dulu, tapi kerasanya sekarang (jadi bisa disiplin dalam berbagai hal). Anak-anak ini juga mungkin sekarang enggak terasa dampaknya, tapi nanti mungkin akan terasa setelah dewasa,” tutur Gatot.

SR Iboe Inggit Garnasih sendiri lebih banyak melakukan kegiatan belajar di Aula RW 05 Liogenteng, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. Siswa yang belajar di sana adalah warga setempat dari jenjang usia SD hingga SMA. Sejak aktif bergerak pada 2017, tak ada iuran yang diberlakukan.

Pengajarnya pun hanya dua orang, yaitu Gatot dan seorang temannya. Melalui SR Iboe Inggit Garnasih, keduanya berusaha membaktikan diri untuk mencetak generasi muda yang berkepribadian baik.

Kegiatan belajarnya sendiri lebih banyak dari siang hingga sore selepas mereka pulang sekolah di sekolah masing-masing. Selain itu, kegiatan juga sering digelar pada akhir pekan. Tidak melulu belajar di kelas, para siswa juga sering diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah, mulai dari museum hingga tempat penting lainnya.

Cara itu dilakukan agar kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan. Sehingga, siswa bisa lebih tertarik belajar sejarah, bukan hanya sekedar materi di kelas.

Yang paling unik dari sekolah ini adalah para siswa wajib memakai seragam berupa pakaian tradisional khas Sunda, lengkap dengan sarung dan ikat kepala. Hal ini agar para siswa lebih menjiwai dalam belajar sejarah, termasuk tahu suasana sekolah rakyat zaman dulu. (bud)

Tags: inspirasi
Previous Post

Puding dan Kopi Yang Rasanya Bandung Banget

Next Post

Mapag Hujan, Antisipasi Bandung Dari Banjir

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.