Kabarbandung.id – Dekranasda Kota Bandung melakukan kunjungan kerja ke Kota Banyuwangi. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat lebih jauh budaya dan kerajinan yang ada di kota Banyuwangi.
“Kami melihat adanya potensi kerajinan di Banyuwangi, sayang sekali kalau masyakarat belum bisa melihatnya, mulai dari batiknya ya yang khas dan lainnya, jadi kami ingin ayo kerajinan di Banyuwangi harus diangkat” ujar Ketua Dekranasda Kota Bandung, Siti Muntamah.
Sementara itu Ketua Dekranasda kota Banyuwangi, Dani Azwar Anas menyambut baik kunjungan ini. Menurutnya kegiatan ini bisa memberikan dampak positif untuk keduabelah pihak.
Dani mengatakan dalam menjalankan kegiatannya, dekranasda di Kota Banyuwangi saling bersinergi antar Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan juga Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) agar bisa berjalan baik.
“Kegiatan yang kami lakukan secara bersama-sama tanpa adanya EO, tetapi dinas terkait yang langsung mengerjakannya. Misalnya saja masalah panggung maka, yang mengurusi bagian humas, kebersihan yang mengursinya bagian LH, jadi satu acara tetapi dikerjakan oleh seluruh dinas secara bersama-sama” tuturnya.
Ketua Bagian Perekonomian Kota Banyuwangi, Heni mengamini hal tersebut termasuk terkait festival yang melibatkan seluruh pihak.
“Setiap kegiatan dekranasda kami tidak memandang OPD, semua bisa melaksanakannya, sekretariatnya bahkan khusus sekretariat Banyuwangi Festival. Setiap dinas juga bisa menyelenggarakan misalnya, dinas perikanan mengelolanya hijab padahal tidak ada kaitannya, tetapi itu untuk mengubah mindset dari masyarakat di daerah Muncar, pesisir kota Banyuwangi untun antusias dalam menyambut festival yang ada di Banyuwangi” jelasnya.
Heni juga menyebutkan anggaran untuk setiap kegiatan merupakan anggaran OPD yang sudah dianggarkan yang mencapai 500 miliar. Anggaran tersebut nantinya digunakan oleh semua dinas terkait untuk bersama- sama membuat even.
Salah satu kegiatan yang baru saja terlaksana ialah, Banyuwangi Batik Festival yang diikuti oleh 20 UKM. Dari 20-23 November 2019 yang bisa omzetnya mencapai 9.7Miliar.
“Omzet tersebut semuanya dikembalikan lagi kepada UKM, karena pemda hanya sebagai fasilitator sebagai penyedia tempat, selebihnya kami serahkan kepada UKM termasuk soal penjualan dan penghasilan. Kami ingin UKM mandiri” jelasnya.




