close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Pemkot Masih Kaji Pembentukan BPBD

Okan
Rabu, 27 November 2019 - 11:36:42
in KABAR KOTA
Hari H Pemilu, Warga Tetap Bisa Membuat e-KTP

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. (Humas Kota Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Pemkot Bandung tengah mengaji ulang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Hal itu karena ada beberapa dinas yang memiliki beban terlalu berat.

?DPKP3 (Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan, dan Pertamanan), misalnya. Ada banyak hal yang diurus, bebannya terlalu besar,? ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Wakil wali kota mengatakan, salah satu kajian yang sedang dilakukan adalah terhadap lembaga khusus yang menangani kebencanaan. Sebagaimana diketahui, dinas yang menangani bencana di Kota Bandung berada di bawah Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB). Namun kini Pemkot Bandung berencana untuk membuat satu struktur khusus untuk menangani bidang itu.

Struktur yang dimaksud adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Daerah (Orpad) masih mengkaji organisasi secara keseluruhan.

?Sebetulnya Pak Wali (Kota) sudah memerintahkan Orpad untuk membuat dinas tersendiri untuk penanggulangan bencana, terpisah dari Diskar PB. Memang kajiannya masih di bagian Orpad,? tuturnya.

Gagasan tersebut bermula karena Pemkot Bandung menilai potensi kebencanaan di Kota Bandung juga cukup besar. Tidak hanya kebakaran, namun bencana seperti gempa tektonik, longsor, dan banjir juga harus menjadi perhitungan.

?Memang selama masih ada stigma bahwa Bandung mah aman dari bencana. Padahal potensi bencana di Kota Bandung itu sebetulnya besar,? ucapnya.

Salah satu bencana besar yang mengancam adalah adanya sesar lembang. Menurut para ahli, jika Sesar Lembang bergerak sehingga menyebabkan gempa berkekuatan 6-7 skala Ritcher, dampak di Kota Bandung akan jauh lebih dahsyat. ?Kota Bandung bisa habis, bisa rata,? ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman dan edukasi tentang mitigasi bencana sedini mungkin. Jangan sampai ketika bencana terjadi, mereka tidak bisa menyelamatkan diri mereka sendiri.

Tags: kabar pemerintah
Previous Post

UKM Mandiri Banyuwangi Jadi Inspirasi Kota Bandung

Next Post

Pameran Pelangi Nusantara Kembali Digelar

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.