Bandung – Pelatih kiper Persib Bandung Luizinho Passos jadi warna tersendiri bagi tim. Ia melatih tiga kiper dengan sangat keras.
Berbagai metode baru diterapkan. Metode yang dipakai pun tergolong modern dan menggunakan peralatan yang jarang dipakai pelatih kiper di Indonesia.
Fisik pemain pun ditempa dengan sangat keras. Bahkan, dalam setiap sesi latihan, ketiga kiper Persib tampak begitu kelelahan. Sebab, selain menguras fisik, kelincahan dan refleks kiper benar-digembleng tanpa ampun.
Kiper Dhika Bayangkara mengakui jika metode latihan ala Passos berbeda dari pelatih kiper lain yang pernah menempanya selama ini.
“Sebenarnya lebih capek, lebih keras juga iya,” ujar Dhika.
Selain fisik yang ditempa, mental juga diasah. Maka, hal wajar jika Passos mampu menghasilkan kiper yang menembus Timnas saat melatih Borneo FC, yaitu M Ridho dan Nadeo Arga Winata.
“Dia banyak menggabungkan antara latihan fisik dan mental. Keren, lebih variatif,” ungkap Dhika.
Secara pribadi, ia juga merasa lebih bersemangat. Sebab, ada dorongan spirit yang diberikan pria asal Brasil itu.
“Dia selalu bilang sama saya ‘Dhika, kamu harus bisa kayak Nadeo sama Ridho, kamu bisa, enggak ada yang enggak mungkin’,” kata Dhika. (bud)





