Bandung – GH (35) dan AA (24) yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membaik. Pasien ini sempat ramai disebut suspect virus corona.
Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS Yovita Hartantri mengatakan pasien GH yang merupakan warga negara China sudah tidak merasakan keluhan. Tak ada lagi demam dan sakit di tenggorokan seperti keluhan awal ketika datang ke RSHS.
Sedangkan AA yang merupakan pasien asal Bandung juga membaik dan stabil. Tapi, pria ini masih dipasang alat bantu pernapasan. Hasil pemeriksaan di laboratorium terhadap kedua pasien ini juga baik.
“Kedua pasien saat ini masih di ruangan (isolasi infeksi khusus) karena kami masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen dari hidung dan tenggorokan yang dikirim ke Jakarta (Balitbangkes). Mudah-mudahan sore ini sudah ada hasil,” kata Yovita di RSHS, Selasa (28/1/2020).
Hasil pemeriksaan spesimen itu akan memastikan apakah kedua pasien terjangkit virus corona atau tidak. Khusus untuk pasien GH, ia memprediksi negatif virus corona. Sebab, jika terjangkit virus corona, masa inkubasinya sudah lewat dari 14 hari setelah ia pulang dari China pada 12 Januari lalu.
“Kalau hasilnya negatif, akan kami pulangkan,” ucap Yovita.
Tapi, AA kemungkinan masih harus dirawat lebih lanjut. Sebab, ia baru pulang dari Singapura pada 22 Januari lalu. Jika terjangkit virus corona, masa inkubasinya belum lewat.
Apalagi, pasien juga masih dipasang alat bantu pernapasan. Jika hasil pemeriksaan Balitbangkes negatif virus corona, pasien ini kemungkinan masih perlu dirawat.
“Kalau hasilnya negatif, tetap kita akan pantau di ruang isolasi karena dia masih pakai alat bantu pernapasan. Kalau bisa dirawat di luar ruang isolasi, kemungkinan besar pasien akan dikembalikan ke RS Borromeus karena permintaan keluarga demikian,” jelas Yovita.
Kedua pasien ini masuk ke RSHS pada Minggu (26/1/2020) lalu. GH datang dengan keluhan demam dan sesak napas. Sedangkan AA mengalami demam, batuk, dan epilepsi, serta punya riwayat baru pulang dari Singapura.
Sesuai prosedur, karena punya riwayat baru pulang dari negara yang terdapat kasus virus corona, mereka dirawat di ruang isolasi. Tujuannya agar pemeriksaan dan penanganan bisa lebih intensif. (bud)





