close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bandung Perangi Bullying pada Anak

Budiana
Kamis, 6 Februari 2020 - 16:44:48
in HEADLINE, KABAR KOTA

Ilustrasi (Pexels.com)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung – Kota Bandung punya cara khusus untuk memerangi bullying alias perundungan. Ada beberapa langkah yang dilakukan.

Pihak terdepan yang melakukan perang terhadap bullying ini adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM). Salah satu langkahnya adalah melakukan pendekatan ke lingkungan sekolah.

Dengan cara ini, berbagai pihak di sekolah diharapkan paham soal apa itu perundungan, pencegahan, dan penanganannya. Harapan besarnya, bullying tak lagi terjadi di sekolah.

Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bandung di Jalan Ibrahim Adjie Nomor 84 siap menjadi tempat penanganan korban bullying. Di sini dihadirkan psikolog dan konselor untuk melayani konsultasi masyarakat korban bullying, termasuk menangani pelaku bullying.

?Bagi orang tua yang kebingungan dengan sikap anak lantaran kerap menjadi pelaku bullying bisa berkonsultasi ke P2TP2A Kota Bandung. Nanti tim kita bisa melakukan assesment dan tindakan untuk menangani korban bullying, bahkan ada pengacara untuk mendampingi korban,? kata Sekretaris DP3APM Irma Nuryani di Balai Kota Bandung, Kamis (6/2/2020).

Irma mengaku terus menyosialisasikan dan mendorong terciptanya sekolah ramah anak kepada para pengawas, pemilik, ataupun kepala sekolah. Sampai saat ini sudah ada 414 sekolah ramah anak di Kota Bandung, dari tingkat SD dan SMP.

?Ramah anak mulai lingkungan infrastruktur termasuk orang di seluruh lingkungan sekolah. Di beberapa sekolah sudah memulai anak yang akan masuk itu salam pada guru dan dibelai oleh gurunya, supaya ada sentuhan kasih sayang. Lalu ada ?icebreaking? sebelum sekolah supaya ada ikatan kebersamaan dan emosional terjalin dengan baik,? ucap Irma.

Irma memaparkan, lingkungan sekolah menjadi tempat yang rentan terjadi bullying. Sehingga, pihaknya juga memberi pemahaman kepada sekolah agar lebih intensif memerhatikan kondisi anak didiknya, terlebih apabila timbul gelagat terjadinya bullying.

Menurut Irma, salah satu ciri yang harus dicermati dari anak korban bullying yakni jika terjadi perubahan sikap menjadi lebih pendiam. Perubahan sikap ini menjadi dampak paling berbahaya akibat dari bullying verbal, ketimbang bullying non verbal atau kekerasan fisik yang tampak secara kasat mata.

?Ini semacam sebab-akibat, karena awalnya mereka di-bully tapi reaksinya mencari kekuatan lebih akhirnya dengan mem-bully orang lain. SMP ini yang rawan karena di SMP ini mulai saling mengejek lalu di grup WA saling menghina dan biasanya dilanjut dengan perkelahian di luar sekolah,? jelasnya.

Selain itu, Irma mengungkapkan DP3APM juga melakukan pendekatan kepada para orang tua. Dia mengimbau agar orang tua jangan sampai menelantarkan anaknya atau malah menjadi pelaku bullying, justru harus menjadi orang yang pertama memerhatikan perilaku anaknya.

Irma menekankan agar orang tua harus menjalin komunikasi secara intens bersama anaknya ketika berada di rumah. Sehingga menjadi bekal untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah guna berbagi peran dalam mengawasi kondisi anak.

?Kita juga menyosialisasikan kepada orang tua agar selalu memerhatikan reaksi dan kondisi anak ketika pulang sekolah. Kita menekankan agar anak diajak bercerita supaya apa saja yang terjadi di sekolah agar orang tua bisa tahu,? tegasnya.

?Kami juga meminta bantuan dimana anak sekolah yang melakukan bullying atau ada yang menjadi korban, jangan segan orang tua laporkan itu kepada kepala sekolah. Selain itu, lapor ke UPT P2TP2A ke 022-7230876,? tandas Irma. (bud)

Tags: anakbullyingdp3apm kota bandungedukasikabar bandungkesehatankota bandungmentalperundunganpsikologis
Previous Post

Cegah Kanker dengan CERDIK

Next Post

Sabtu Ini Ada Bogor Street Festival

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.