close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Kicimpring Kekinian dari Cidadap

Budiana
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:45:01
in KABAR KOTA

Kicimpring Cidadap. (Humas Kota Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung – Kecamatan Cidadap memiliki produk kuliner unggulan berupa kicimpring. Sesuai nama daerah, camilan itu diberi nama Kicimpring Cidadap.

Ide ini berawal dari keinginan Camat Cidadap yang ingin wilayahnya memiliki produk unggulan di bidang kuliner. Hal ini disambut Tata Santa, warga setempat.

Tata menawarkan ide untuk membuat Kicimpring Cidadap dengan inovasi dan varian rasa. Hal ini akhirnya terwujud pafa 2019.

Kicimpiring Cidadap memiliki varian rasa original, buah naga, coklat, barbeque, dan jagung manis pedas. Produk ini bisa didapatkan di banyak toko oleh-oleh, tempat wisata, rest area Cipularang, dan beberapa hotel.

Kicimpring Cidadap dengan bahan baku singkong dipilih menjadi produk unggulan. Singkong tersebut juga ditanam di Kecamatan Cidadap, tepatnya Kelurahan Ciumbuleuit. Tak ada bahan baku dari luar.

Camat Cidadap Hilda Hendrawan mengaku bangga dengan hadirnya Kicimpring Cidadap. Sebab, produk ini merupakan hasil kolaborasi warga sesuai petunjuk Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

“Dengan produk ini, saya bangga Kicimpring Cidadap dengan inovasi yang dilakukan Pak Tata, serta varian rasa yang berbeda tidak hanya yang original saja,” katanya saat Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kamis (20/02/2020).

Tak hanya kicimpring, Kecamatan Cidadap sedang mendorong kopi sebagai produk. Untuk kopi, Kecamatan Cidadap bekerja sama dengan Secapa AD. Selain itu juga dalam proses pembangunan tempat wisata.

“Saat ini juga menggarap Shareloc Bantaran, di bantaran sungai tempatnya. Ini upaya kami berkolaborasi, bekerja sama dengan berbagai elemen, yang istilahnya jadi kolabo’raos’,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Cidadap Lia Kamalia mengatakan, banyak potensi yang bisa digarap di Cidadap, terlebih di daerah utara banyak hotel dan Punclut sebagai wisata kuliner.

“Potensi usaha yang ada di kawasan utara itu, kita bisa mengkolaborasikan dengan para pengusaha dan hotel yang ada. Kicimpring ini pun mulai masuk ke hotel dan toko sebagai oleh-oleh khas Cidadap,” katanya.

Sedangkan Pelaku Usaha Kicimpring Cidadap, Tata Santa mengatakan ada proses panjang sejak tahun 2017, sampai akhirnya Kicimpring Cidadap bisa siap mengemas dan memasarkannya dengan menarik sebagai produk unggulan.

“Konsep produknya dari 2017, 2018 mulai mencari bahan yang pas, pada 2019 mulai dari rasa original dan mengembangkan varian rasa lainnya. Hingga akhirnya ada lima rasa seperti sekarang,” katanya.

Setelah produk dirasa siap untuk dipasarkan, Tata pun akhirnya memilih warga RW 03 Kelurahan Ciumbuleuit untuk bekerja membuat Kicimpring Cidadap ini, yang didominasi ibu rumah tangga.

“Pembuatan produk ini melibatkan 12 orang ibu-ibu sampai saat ini. Kita juga buat izinnya, legalitas dari Dinas Kesehatan dan Sertifikat Hala MUI yang dibantu juga Pemkot Bandung. Lalu penamannya setelah mencari nama yang belum terdaftar, ternyata Cidadap yang belum,” ungkap pria berusia 65 tahun tersebut.

Tata mengungkapkan, rata-rata produksi Kicimpring Cidadap 250-350 bungkus sebulan. Kendalanya, yaitu terkait cuaca, karena untuk mengeringkan singkong membutuhkan sinar matahari.

“Permintaan terus ada, kita juga ada stok yang siap goreng. Tetapi kalau cuaca sering hujan, yang harusnya sehari dua hari kering bisa tiga sampai empat hari. Itu juga khawatir muncul jamur, jadi lebih baik berhenti dulu,” katanya.

“Dalam mencari rasa tersebut juga panjang prosesnya, seperti coklat kerjasama dengan AIESEC (Association Internationale des Etuadiants Sciences Economiques et Commerciales/organisasi internasional untuk para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan) yang berkunjung ke kami,” tutur Tata.

“Selama satu bulan mencoba mengolah untuk menemukan rasa-rasa kicimpring semakin enak, akhirnya munculah varian rasa tersebut,” imbuh Tata. (bud)

Tags: cidadapciumbuleuitekonomikabar bandungkabar kotakota bandungkreatifkuliner
Previous Post

Persib Kalah 1-3 Dari PSCS Cilacap

Next Post

325 Warga Bandung Akan Dapat Kado Istimewa

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.