close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

Pemkot Kaji Penambahan ASN Kerja di Rumah

Budiana
Senin, 23 Maret 2020 - 16:39:29
in KABAR KOTA
Lurah Jangan Ragu Berinovasi

Wali Kota Bandung Oded M. Danial. (Humas Kota Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Bandung – Wali Kota Bandung Oded M. Danial meminta Sekda Ema Sumarna untuk mengkaji memperbanyak ASN Kota Bandung yang bekerja di rumah.

Kebijakan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) ini untuk merespon status darurat bencana di Jawa Barat.

?Saya setiap hari dengan Pak Gubernur berkoordinasi terus, barusan beliau bilang ada informasi di DKI itu ASN akan diliburkan. Saya sudah sampaikan kepada Pak Ema tolong untuk dikaji apakah di kita memungkinkan seperti itu atau tidak,? kata Oded di Balai Kota Bandung, Minggu (22/3/2020).

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah menetapkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit mengingat merebaknya penyebaran virus corna atau Covid-19. Status ini diberlakukan sejak 19 Maret hingga 29 Mei.

Sejak awal pekan lalu, Pemkot Bandung telah “merumahkan” sekitar 30 persen ASN. Mereka telah bekerja dari rumah

Oded berharap upaya pengurangan mobilitas orang melalui ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bisa segera diputuskan. Karena Pemkot Bandung juga harus semakin sigap menananggapi penyebaran virus Corona.

?Oleh karena itu selain kita menyiapkan anggaran sebesar Rp75 miliar. Dari situ kita mempersiapkan pemasangan alat cuci tangan di tempat-tempat orang berkerumun, taman-taman, pasar,? katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna ingin memastikan penambahan ASN untuk bekerja di rumah tak berdampak pada pelayanan publik. Sehingga, ASN yang bekerja di rumah harus dijamin tetap produktif.

?Kedaruratan tidak mereduksi produktivtas terutama layanan kepada masyarakat. Meski ASN lebih banyak “work from home”, tetapi dari aspek pelayanan saya minta tidak ada persoalan di masyarakat,? ujar Ema.

Ema mencontohkan, pelayanan dasar administrasi kependudukan atau perizinan, kini sudah tersedia dalam layanan online. Namun, harus dipastikan bahwa infrastruktur penunjang dalam memberikan layanan online ini tidak bermasalah.

Kemudian bagi ASN di kewilayahan seperti kecamatan dan kelurahan juga harus diperhatikan perihal pelayanan langsung kepada masyarakat. Kemungkinan besar pengurangan ASN bisa diambil dari staf kesektariatan yang tidak memberikan pelayanan langsung.

?Secara kuantitas jumlah SDM akan kita maksimalkan tidak banyak beraktivitas di kantor, tetapi tetap produktif bekerja di rumah masing-masing. Pola dan sistem ini sudah terbangun, tinggal masyarakat ini bersinergi,? terangnya.

Ema mengungkapkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang beroperasional cukup sulit diberlakukan penambahan karyawan untuk bekerja di rumah. Di antaranya, seperti Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP), Dinas Pehubungan (Dishub) ataupun petugas dari PD. Kebersihan.

?Kemudian kesiapsiagaan yang dimaksud Pak Wali Kota untuk SKPD yang sekarang ini yang sifatnya lebih ke operasional, contoh Satpol PP ada Dishub atau untuk kalangan tertentu itu tidak mungkin di Work From Home, ada PD Kebersihan. Mereka tetap harus menjaga bagaimana kota ini aman, bersih dan tertib,? bebernya.

Khusus untuk di lingkungan pendidikan yang sudah lebih dulu diihentikan aktivitasnya, Ema menegaskan hal itu akan dievaluasi. Apabila ternyata situasi nasional ataupun regional belum memungkinkan, bisa jadi menyesuaikan untuk diperpanjang.

?Termasuk nanti mungkin di bidang pendidikan pun sama, kalau sekarang diujicoba 14 hari bisa saja kalau eskalasi meningkat atas nama kedaruratan bisa diperpanjang. Tapi pola ajar mengajar tidak mengurangi asupan pembelajaran yang menjadi hak anak didik. Dinas Pendidikan akan mengevaluasinya,” terang Ema. (bud)

Tags: coronacovid-19dinkes kota bandungkabar bandungkabar kotakesehatanpenyakitvirus corona
Previous Post

Cegah Corona, Bandung Bakal Perbanyak Wastafel di Pasar

Next Post

Wastafel di Pasar & Terminal akan Diperbanyak

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.