close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Kamis, 23 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pandangan Keliru Soal Berat Badan Anak

Budiana
Jumat, 15 Mei 2020 - 10:15:29
in HEADLINE, SERBA SERBI
Pandangan Keliru Soal Berat Badan Anak

Ilustrasi anak. (Kabarbandung.id)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Sebagian masyarakat Indonesia sebagian memandang anak gemuk adalah anak sehat. Sebaliknya, kurus dianggap kurang sehat. Benarkah demikian?

Jika terjebak pada pandangan ini, orang tua tentu menjadi serba salah. Padahal, pandangan itu belum sepenuhnya benar.

Sebab, berat badan berlebih pada anak tidak selalu berarti sehat. Sebaliknya, kegemukan justru akan menimbulkan masalah kesehatan.

Dilansir laman resmi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kegemukan terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Asupan energi tinggi disebabkan konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi. Sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary lifestyle.

Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak aktif atau tak banyak bergerak dan terlalu banyak dihabiskan dengan duduk atau berdiam diri saja. Orang dengan gaya hidup sedentary ini biasanya hanya menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring dan mengabiskan waktu misalnya dengan menonton TV, bermain gadget atau gawai, dan membaca. Sedentary lifestyle ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa tetapi juga dialami oleh anak-anak.

Penyebab Kegemukan pada Anak
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seorang anak mengalami kegemukan. Apa saja?
1. Faktor genetik diduga menjadi salah satu faktor, tetapi bukan faktor utama
2. Asupan makanan berlebih yang berasal dari jenis makanan olahan serba instan, minuman softdrink, makanan siap saji (burger, pizza, hotdog, dll)
3. Asupan susu formula yang melebihi porsi yang dibutuhkan bayi/anak
4. Pola asuh yang tidak baik. Orang tua terlalu memanjakan anaknya sehingga apapun yang diinginkan anaknya, terlepas apa yang diinginkan anak ini akan berdampak buruk atau tidak
5. Ketiakseimbangan anatara pola makan dan aktivitas fisik

Mengenal Sedentary Life
Ahli Gizi RSHS Ita Rosita, MKM, RD menjelaskan, kegemukan pada usia dewasa biasanya merupakan kelanjutan dari kegemukan pada saat kecil. Kegemukan dan obesitas pada anak yang berlanjut ke usia dewasa ini merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoartritis, dan lain-lain.

Pada anak, kegemukan dan obesitas juga dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang sangat merugikan kualitas hidup anak seperti gangguan pertumbuhan tungkai kaki, gangguan tidur (sleep apnea) dan gangguan pernapasan lain.

Anak-anak dengan kegemukan juga dapat mengalami kesulitan gerak dan terganggu pertumbuhannya. Itu karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang. Pada aspek psikologis, kegemukan juga berdampak pada menurunnya kepercayaan diri anak, terlebih jika diejek oleh teman-temannya.

Jadi, Baraya Bandung masih yakin anak gemuk sama dengan anak sehat? (bud)

Tags: anakbandungberat badanedukasigemukkabar bandungkesehatankota bandungkuruspertumbuhanserba serbitipstumbuh kembang
Previous Post

Pinjamkan Rumah hingga Bagikan Nasi

Next Post

IJTI Jabar Peduli Jurnalis dan Warga Terdampak Covid-19

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.