Bandung – Cuaca ekstrem yang terjadi disejumlah wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan peristiwa bencana alam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat sejak awal 2021 terdapat 24 peristiwa dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Ia menuturkan laporan bencana alam di Tasikmalaya pada musim hujan didominasi tanah longsor tersebar di beberapa kecamatan, kemudian banjir, dan pohon tumbang.
Laporan terakhir Rabu (13/1/2021) terdapat ima kejadian bencana alam, yaitu di Kecamatan Bojongasih, Parungponteng, Sodonghilir, dan Ciawi.
“Hari ini ada lima lokasi kejadian bencana,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Ia menyampaikan kejadian bencana tanah longsor seringkali terjadi di Kecamatan Salawu, bahkan sampai menutup badan jalan provinsi yang menghubungkan Tasikmalaya dengan Garut.
Selain tanah longsor, kata dia, ada beberapa kejadian pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan seorang warga tersambar petir dan akhirnya meninggal dunia. “Untuk kejadian banjir skalanya masih kecil,” katanya.
Terkait kerugian materi akibat bencana itu, kata dia, belum dapat diketahui karena petugas masih melakukan pendataan di lapangan.
Ia mengimbau tingginya potensi bencana alam di Tasikmalaya harus menjadi perhatian semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari daerah rawan bencana alam.
“Kami imbau masyarakat selalu waspada mengingat curah hujan masih tinggi, kalau ada tanda-tanda, lapor kepada petugas,” katanya.





