Bandung – Mengantisipasi longsor susulan, kantor Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memasang sistem peringatan dini di lokasi longsor Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan alat ini mampu mendeeksi pergerakan tanah dan tingkan intesitas hujan. Jadi apabila curah hujan tinggi secara otomatis alat ini akan berbunyi di batas tertentu.
“Begitu juga ketika ada getaran yang terus menerus dan signifikan, maka pihaknya akan memberikan peringatan (warning) terkait hal tersebut ke pihak berwenang di lokasi kejadian,” katanya.
Dalam pemasangan alat tersebut, BMKG telah menurunkan tiga personel ke lokasi longsor yang telah menelan belasan korban jiwa itu.
Adapun selain memasang sistem peringatan dini, Rahayu mengatakan BMKG juga turut menyalurkan bantuan dana sosial kepada masyarakat yang terdampak longsor tersebut.
“Pemantauan ini dilakukan sekaligus dengan pemasangan TDS, serta penakar hujan manual di lokasi longsor. Selain itu, juga dilakukan penyaluran dana sosial dari pegawai Stasiun Geofisika Bandung,” kata dia.
Sejauh ini, Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan memang cukup mengalami kesulitan ketika melakukan pencarian korban.
Pasalnya selain medan tanah longsoran yang tidak mudah, cuaca hujan juga dapat berpotensi menimbulkan longsor susulan.
“Karena memang kondisi kontur tanah seperti bubur sehingga menyulitkan evakuasi, kita harus hati-hati,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah di lokasi longsor.





