Persib Bandung punya usulan khusus dalam Owner’s Meeting dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) serta perwakilan klub Liga 1 dan Liga 2 pada Jumat (15/1/2021). Persib ingin kompetisi Liga 1 berjalan seperti liga di Eropa.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono mengatakan pihaknya mengusulkan dalam pertemuan tersebut agar kompetisi digelar selepas pertengahan tahun. Sehingga, kompetisi di Indonesia akan punya waktu yang mirip dengan liga-liga di Eropa.
Hal itu akan memberi manfaat tersendiri, mulai pelaksanaan kompetisi menyesuaikan dengan agenda FIFA, memudahkan transfer pemain dari negara lain, serta beragam manfaat lainnya.
Idealnya, kompetisi Liga 1 digelar antara September atau Oktober. Sehingga, nantinya kompetisi di Indonesia tidak berjalan berdasarkan tahun, tapi musim. Untuk usulan Persib, Liga 1 bukan menjadi Liga 1 2021, melainkan Liga 1 2021/2022 karena digelar ‘lintas tahun’.
Konsekuensinya adalah akan ada jeda waktu cukup panjang dari sekarang hingga Agustus atau sebelum kompetisi digelar. Waktu kosong itu diharapkan diisi dengan pertandingan, baik berupa turnamen atau format lainnya.
Dengan begitu, sepak bola Indonesia bisa kembali hidup. Itu berbeda dengan saat ini yang terus-menerus digantung akibat tak mengantongi izin keramaian dari kepolisian.
“Kalau Persib, kami sangat paham ini sedang pandemi. Tapi, kami kan sebagai tim sepak bola profesional, kita kan hidup dari sepak bola, ya sepak bola harus berjalan. Di mana-mana sepak bola sudah berjalan, kecuali di Indonesia,” ujar Teddy.
Namun, Persib menegaskan, pertandingan untuk mengisi kekosongan jelang liga dan liga yang akan berjalan, tetap harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Hal itu untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19.
Ia pun membandingkan Indonesia dengan Inggris yang sama-sama tinggi kasus COVID-19. Namun, di Inggris kompetisi tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan. Bahkan, ketika ada kauss pemain terpapar COVID-19, kompetisi tetap berjalan.
“Seperti contoh kemarin Manchester CIty ada lima orang yang kena COVID-19, ya sudah (yang bersangkutan) isolasi mandiri. Di Inggris banyak kok (yang terpapar COVID-19 tapi kompetisi tetap berjalan,” jelas Teddy.
Namun, berbagai usulan dalam pertemuan tersebut belum bisa diambil kesimpulan. Sebab, LIB hanya menampung aspirasi klub dan menjadikannya rekomendasi untuk disampaikan ke PSSI. Nantinya PSSI yang akan mengambil keputusan soal nasib kompetisi. (bud)





