Pandemi COVID-19 yang terjadi hampir satu tahun terakhir diseluruh dunia memberikan dampak yang sangat besar termasuk dalam produksi perikanan.
Di Kabupaten Indramayu, produksi ikan tangkap pada 2020 turun hingga 6.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
“Produksi perikanan tangkap tahun 2019 sebanyak 37 ribu ton, sedangkan di 2020 31 ribu ton,” kata Kepala Bidang Bina Usaha dan Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Tahta Rahmatullah
Tahta mengatakan pada awal pandemi, para nelayan banyak yang tidak bisa melaut sehingga 14 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Kabupaten Indramayu dari ujung timur hingga barat sempat sepi produksi
“Kalau produksi perikanan tangkap kita dari 14 TPI yang berada di pesisir pantai utara,” tuturnya.
Namun kata Tahta, produksi terbanyak berada di TPI Karangsong, karena para nelayan yang berlabuh di tempat itu retata melaut sampai ke Papua dan merupakan nelayan dengan kapal di atas 30 groston.
Sehingga 80 persen produksi perikanan tangkap Kabupaten Indramayu, berasal dari TPI Karangsong. Karena selain di tempat itu nelayannya berangkat pagi pulang sore.
“80 sampai 90 persen hasil perikanan tangkap ada di TPI Karangsong, kalau TPI lain berangkat pagi pulang sore. Selain itu nelayan Karangsong juha sampai ke Papua, dan hasil tangkapannya pun berbeda-beda,” katanya. (antara)





