close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home SERBA SERBI

Begini Loh Eksotika Sutra Dimanfaatkan untuk Kosmetik

Dery F.G
Sabtu, 30 Januari 2021 - 20:00:58
in SERBA SERBI
Begini Loh Eksotika Sutra Dimanfaatkan untuk Kosmetik

(foto: net)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Manusia telah mengenal sutra sejak 3600 BCE atau abad 36 Sebelum Masehi (SM). Bukti sejarah mencatat bahwa ditemukan sisa peradaban jaman Neolithic dan potongan kain sutra dari sebuah makam di Hemadu, Provinsi Zhejiang, China.

Sejarawan juga mencatat, pemanfaatan sutra dengan cara diolah menjadi kain ditemukan sejak abad 27 SM di Qianshanyang, Provinsi Zheijiang.?

?Walaupun sutra alami sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri fashion, bahkan sudah merambah pada budaya batik kita, tetapi tidak banyak di antara kita yang menjadi penggemar fanatik sutra, yang mengetahui asal usul serat sutra ini dihasilkan,? ungkap Dr Yuni Cahya Endrawati.

Dalam upaya ?memperkenalkan dan mengembangkan serat sutra alami, dosen IPB University dari Fakultas Peternakan IPB University tersebut telah melakukan berbagai penelitian. Beberapa penelitiannya adalah upaya meningkatkan manfaat serat sutra. Peningkatan ini membuat serat sutra tidak hanya bisa digunakan untuk bahan tekstil, melainkan juga dapat menjadi produk material dan industri kecantikan.?

Dr Yuni pun menerangkan, berdasarkan jenis pakannya, ulat sutra alam secara umum terbagi dalam dua kelompok, yaitu ulat sutra yang pakannya berbasis mulberry dan non mulberry. Ulat sutra yang pakannya mulberry dikenal sebagai mulberry silkworm. Sedangkan ulat sutra yang pakannya selain mulberry dikenal dengan non mulberry silkworm.

?Contoh dari mulberry silkworm adalah jenis Bombyx mori yang hanya memakan daun murbei. Di Indonesia jenis ulat ini dikenal sebagai ulat sutra murbei. Peran ulat sutra jenis ini sangat vital karena serat sutra yang dihasilkannya berkontribusi sekitar 90 persen dari kebutuhan sutra dunia,? ujarnya.

Sementara, kelompok non muberry silkworm memiliki banyak ragam. Beberapa di antaranya adalah tasar silkworm, eri silkworm, muga silkworm, fagara silkworm, anaphe silkworm, coan silkworm, mussel silkworm, dan spider silkworm.? Keragaman ulat sutra jenis ini didasarkan pada sumber serat dan tipe seratnya.

?Jenis ulat sutra non murbei lain yang ingin saya perkenalkan adalah sutra liar Cricula yang merupakan ulat sutra yang sangat unik kokonnya,? terang Dr Yuni.

Katanya, Kokon Cricula mempunyai pola pintal serat yang berlubang-lubang dan warnanya emas yang sangat memukau. Keunikan serat dan kokon Cricula ini membuat jenis ulat sutra ini dikenal sebagai?sutra emas.

Ia pun menerangkan, pola pintal serat ulat jenis ini sangat unik dan berkaitan erat dengan ?tingkah laku ulat pada saat membentuk kokon. Dalam pembentukan kokon ini untuk setiap lubang ulat menyusun seratnya dua ?sampai tiga lapis serat, dan setiap lapis merupakan untaian ganda dari serat.

Dalam industri fashion, tidak jarang serat sutra liar ini dipadukan dengan serat sutra murbei untuk menghasilkan kain sutra yang halus nan eksotik. Hal ini tentunya akan menambah nilai jual dan nilai seni dari kain sutra yang dihasilkan.

?Selain serat sutra, serangga yang unik ini juga menghasilkan protein dan zat aktif yang menjadi tren baru dalam dunia perawatan kecantikan alami. Sebagai contoh, zat aktif yang diekstrak dari kokonnya sangat bermanfaat bagi ?peremajaan kulit,? jelas Dr Yuni.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah ia lakukan, protein kokon mengandung material yang berfungsi mirip dengan Natural Moisturizing Factor (NMF) pada kulit manusia.?

Material tersebut merupakan asam amino serin, glisin dan treonin yang sangat baik dan bermanfaat bagi kulit kita. Kelembapan merupakan faktor kunci kesehatan kulit. ?Oleh sebab itu protein dan zat aktif yang dikandung kokon sutra dapat ?berfungsi sebagai pelembab alami penjaga kesehatan kulit dan meminimalisir permasalahan kulit kita,? jelasnya.?

Lebih lanjut Dr Yuni menerangkan, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa hasil ikutan sutra yang berupa pupa dapat digunakan sebagai sumber protein baik bagi manusia maupun ternak.? Pupa mengandung protein kasar sekitar 48-60 persen dan 18 asam amino yang sangat baik untuk kesehatan seperti antioksidan, antiobesitas, antitumor dan yang terbaru sebagai immunoregulator.

Tags: sutrasutra emasulat sutra
Previous Post

ITB Buka Kuliah di Kampus Cirebon

Next Post

Nissan Livina Club Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.