close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Senin, 20 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home SERBA SERBI

Lebih dari 70 Persen Badak Sumatera Alami Abnormalitas

Dery F.G
Selasa, 2 Februari 2021 - 15:00:42
in SERBA SERBI
Lebih dari 70 Persen Badak Sumatera Alami Abnormalitas

(foto: badak.or.id)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Badak Sumatra saat ini berada di ambang kepunahan. Penurunan 90 persen populasi yang terjadi pada empat dekade terakhir lebih banyak disebabkan oleh perburuan liar dan kehilangan habitat. Namun bukti-bukti terbaru yang ada mengungkapkan bahwa kegagalan reproduksi ternyata juga memberi andil yang penting dalam penurunan populasi badak liar.?

?Lebih dari 70 persen Badak Sumatra yang diselamatkan dari populasi terisolasi atau ?doomed rhino? mengalami abnormalitas organ reproduksi (tumor dan kista) serta gagal bunting,? papar Dr Muhammad Agil, Pakar Badak IPB University, pada Kongres ke-2 Asosiasi Reproduksi Hewan Indonesia (ARHI) (30/1).

Dr Agil lebih lanjut menjelaskan bahwa abnormalitas organ reproduksi ini dikarenakan oleh ?Allee Effect? akibat populasi badak di alam yang sangat kecil sehingga peluang badak untuk bertemu dan melakukan perkawinan pada waktu yang tepat sangat sulit terjadi.?

Faktor-faktor lain adalah badak tidak dapat bunting dalam waktu yang lama. Organ reproduksi terpapar estrogen dalam waktu lama akibat lama tidak bunting serta gangguan yang terjadi pada proses perkembangan embrio.?

Dosen di Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University ini menyebutkan gangguan-gangguan organ reproduksi yang telah ditemukan di antaranya ialah tumor uterus pada Badak Rosa di Suaka Rhino Sumatra (SRS) Way Kambas, kemungkinan tumor ovarium pada Badak Pahu di SRS Kelian Kutai Barat, tumor pada seluruh organ reproduksi pada salah satu badak muda yang ditemukan mati di alam, dan kista uterus pada beberapa badak betina yang mati di penangkaran (Schafer, Agil & Zainuddin, 2020).?

Berdasarkan fakta tersebut, untuk mencegah kepunahan dan memaksimalkan fungsi individu Badak Sumatra di SRS untuk propagasi maka pengembangan dan aplikasi Assisted Reproductive Technology (ART) adalah suatu keniscayaan. Tujuannya untuk memaksimalkan pemanfaatan plasma nutfah (sumber genetik) badak-badak tersebut dalam menghasilkan embrio untuk menjadi anak-anak badak baru.

Upaya penerapan teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technology, ART) pada Badak Sumatra telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu.?

Prof Arief Boediono, Pakar Bioteknologi Embrio yang juga dari FKH IPB University menyampaikan bahwa telah dilaksanakan penyelamatan badak di Sabah, Malaysia atas kerjasama tim dari Indonesia, Malaysia, dan Jerman.?

?Pada saat itu telah dilakukan koleksi sel telur, pematangan sel telur in vitro, dan injeksi sperma ke dalam sitoplasma sel telur (Intra-cytoplasmic Sperm Injection, ICSI),? ujarnya.

Guru Besar IPB University dari Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi – FKH dan juga banyak bekerja di program bayi tabung pada manusia ini menyampaikan, ?Kita telah melakukan sesuatu walaupun kita belum sampai menghasilkan anak badak. Akan tetapi paling tidak, apa yang telah kita lakukan ini menjadi dasar untuk lebih berhasil di masa yang akan datang.?

Berdasarkan tantangan yang dihadapi di atas, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jendral Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menugaskan tim FKH IPB University yang diketuai oleh Dr Agil untuk menyusun Road Map dan program Aplikasi ART dan Bio-banking untuk Badak Sumatra 2021-2025.?

Road map tersebut berisi rencana program pengembangan dan kegiatan Aplikasi ART di antaranya pemeriksaan status reproduksi, genome mapping, koleksi dan pembekuan sperma, koleksi dan kriopreservasi sel fibroblas, produksi dan pembekuan embrio, pembangunan fasilitas laboratorium ART dan Bio-bank, penyiapan induk penerima transfer embrio, serta produksi embrio melalui rekonstruksi sel fibroblas. “Diharapkan, pada tahun 2025, transfer embrio pada Badak Sumatra akan berhasil dilakukan,? ujar Dr Agil.

 

Penyusunan Road map program ART pada badak ini adalah sebagai pelaksanaan dari Rencana Aksi Darurat (RAD) Konservasi Badak Sumatra yang disusun dan didukung melalui mandate dari Dirjen KSDAE melalui pendanaan dari Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Species Sumatera) Yayasan KEHATI. Program dan aplikasi ART pada badak ini akan dilaksanakan bekerjasama dengan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD) dalam pembangunan fasilitas laboratorium ART dan bio-bank serta pendanaan program ART juga dengan dukungan TFCA-Spesies Sumatera.?

Kerjasama juga akan dilakukan dengan Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (IZW) Jerman dan SOS Rhino Amerika Serikat dalam bentuk dukungan teknis dan pendanaan untuk pengembangan dan transfer teknologi program ART pada Badak Sumatra.

Tags: badakbadak sumatradosen IPBFKH IPB University
Previous Post

Kota Bandung Setuju Pemberlakuan Karantina Wilayah

Next Post

10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin COVID-19 Kembali Datang

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.