Umat di Vihara Dharma Ramsi, Kota Bandung, terlihat sibuk sejak Sabtu (6/2/2021) pagi. Mereka kompak membersihkan rupang alias patung para dewa.
Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan menjelang perayaan Imlek. Tujuannya agar rupang sudah dalam keadaan bersih ketika menyambut Imlek yang tahun ini diperingati 12 Februari 2021.
Mereka yang membersihkan sama sekali tak dibayar. Mereka melakukannya sukarela dan berharap menuai keberkahan.
Setiap rupang biasanya akan dicuci orang yang sama setiap tahunnya. Sehingga, tak perlu mengatur lagi setiap prosesi pembersihan rupang.
Bedanya, untuk tahun ini, pembersihan dilalukan ke dalam beberapa shift atau waktu. Sehingga, tidak terjadi kerumunan di lokasi mengingat masih dalam situasi pandemi COVID-19.
“Kalau semua umat (yang biasa membersihkan rupang) datang, kemungkinan dalam dua hari selesai,” ujar pengurus Vihara Dharma Ramsi Asikin.
Dikosongkan Sebelum Dibersihkan
Sebelum dibersihkan, rupang biasanya akan ‘dikosongkan’. Para dewa yang mengisi setiap rupang akan pergi ke langit setelah dilakukan ritual khusus.

Setelah rupang dalam keadaan ‘kosong’, barulah pembersihan bisa dilakukan. Proses pembersihan pun harus dilakukan sehati-hati mungkin agar rupang tak rusak atau terjatuh saat dibersihkan.
Pembersihannya sendiri dilakukan di tempat berbeda. Untuk rupang berukuran besar, rupang dibersihkan di altarnya. Sedangkan rupang berukuran lebih kecil dikeluarkan dari altar dan dibersihkan di meja.
Setelah itu, rupang yang sudah bersih akan dikembalikan ke altar. Selanjutnya, para dewa akan kembali ‘diundang’ untuk masuk ke dalam rupang.
Menurut Asikin, pembersihan patung hanya dilalukan setahun sekali menjelang Imlek saja. Itu sebagai simbol ketaatan umat selaligus refleksi menghadapi tahun baru dengan semangat baru.





