Kabarbandung.id, Bandung – Kecamatan Babakan Ciparay memiliki solusi jitu untuk menurunkan angka Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan. Meski dengan lahan seadanya, Septic tank komunal mampu dibangun di wilayah yang terkenal sangat padat penduduk itu.
Warga membangun septic tank sepanjang 7,5 meter dan lebar 1 meter dengan kedalaman 1,25 meter. Warga RW 6 Kelurahan Babakan membangun septic tank dengan dana program Kotaku dan dapat dimanfaatkan oleh 300 rumah.
“Ini adalah inovasi karena akhirnya bisa menjadi solusi septic tank komunal di wilayah sempit. Mungkin bisa direplikasi juga di wilayah lain,” tutur Camat Babakan Ciparay, Momon A. Imron beberapa waktu lalu.
Pada 12 Februari 2019 lalu, Wakil Ketua Forum Bandung Sehat, Yunimar Yana Mulyana bersama Kepala Dinas kesehatan Kota Bandung Rita Verita telah meresmikan septic tank komunal tersebut. Sedangkan empat septic tank serupa sedang dibangun di RW 4, 5, 9, dan 11.
Septic tank ini juga menggunakan teknologi unik dan terbaru. Seluruh proses pengolahan limbah rumah tangga tidak melibatkan bahan kimia yang justru akan mencemari lingkungan. Seluruh proses menggunakan bakteri tertentu untuk menghancurkan, menguraikan, dan menjernihkan limbah. Sehingga saat dibuang ke sungai, telah dalam kondisi jernih dan aman.
“Bahkan tidak hanya limbah rumah tangga. Industri tahu, tempe, dan oncom juga membuang yang limbahnya dibuang ke septic tank komunal itu juga,” imbuhnya.
Sebelumnya, industri andalan Babakan Ciparay itu pun tak memiliki sistem pengolahan limbah sehingga sampah produksi dibuang dan mencemari sungai. Hal itu juga menarik perhatian Komandan Sektor 22 Citarum Harum.
“Sekarang sudah ada pembuangan. Jadi airnya sudah sangat jernih dan bersih. Aman untuk dialirkan ke sungai,” katanya.
Kini, Babakan Ciparay tengah mengejar target 47% wilayah lagi agar memiliki septic tank yang sehat. Jika itu bisa tercapai dalam waktu dekat, Babakan Ciparay bisa menjadi kecamatan sehat.





