close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Minggu, 19 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bandung Tambah Puskesmas Ramah Disabilitas

Budiana
Senin, 11 Maret 2019 - 07:56:14
in HEADLINE, KABAR KOTA
Bandung Tambah Puskesmas Ramah Disabilitas

Akses ramah disabilitas di Puskesmas Salam (Humas Kota Bandung)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Dinas Kesehatan akan menambah puskesmas ramah disabilitas di Kota Bandung. Jika sejak tahun lalu ada dua unit, tahun ini akan bertambah enam lagi.

Dua puskesmas ramah disabilitas yang sudah ada yaitu Puskesmas Salam dan Puskesmas Pasirkaliki. Sedangkan enam puskesmas disabilitas baru nantinya akan tersebar di enam titik berbeda di Kota Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan bukan membangun puskesmas baru. Tapi, pihaknya akan merenovasi puskesmas yang ada agar aksesnya ramah terhadap disabilitas.

“Jadi puskesmas yang ada akan direnovasi sehingga nantinya akan memiliki standar ramah disabilitas,” kata Rita di Balai Kota Bandung, Senin (11/3/2019).

Puskesmas Salam dan Pasirkaliki pun jadi percontohan untuk renovasi enam puskesmas yang akan direnovasi. Sedangkan untuk biaya renovasi, diperkirakan anggarannya tidak terlalu besar. Itu karena pihaknya hanya merenovasi, bukan membangun puskesmas baru.

Proses renovasi juga diperkirakan tidak akan lama. Tahun ini, puskesmas itu akan selesai. Sehingga, sebelum akhir 2019, total akan ada delapan puskesmas ramah disabilitas di Kota Bandung, yaitu dua puskesmas lama dan enam puskesmas baru.

“Enggak terlalu mahal kok. Untuk menambah fasilitas ramah disabilitas dan lain-lainnya itu hanya sekitar Rp200 juta (per satu puskesmas),” jelasnya.

Puskesmas ramah disabilitas sendiri memiliki berbagai keunggulan. Di lokasi terdapat guiding block atau pemandu jalan bagi tunanetra. Terdapat juga jalan khusus yang memudahkan kursi roda atau tunadaksa.

Mesin untuk mengambil nomor antrean pun terdapat huruf braile agar tunanetra tidak salah memencet tombol. Bahkan, kertas resep pun dicetak menggunakan huruf braille. Tidak hanya itu, beberapa petugas puskesmas juga memiliki kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. (bud)

Tags: difabeldinas kesehatan kota bandungdisabilitaskabar bandungpuskesmas
Previous Post

Program Beas Beureum Ingin Tiru Kang Pisman

Next Post

Ciptakan Rumah Tanpa Rokok dengan Cara Ini

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.