Kabarbandung.id – Para disabilitas tunanetra kini bisa menjadi barista. Mereka akan mahir mengolah dan menyajikan beragam kopi.
Keahlian menjadi barista itu akan didapat para siswa di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, Kota Bandung. Wyata Guna sendiri merupakan tempat pendidikan bagi para tunanetra.
Program pelatihan barista itu akan mulai berjalan pekan depan. Sebagai tahap awal, ada tujuh tunanetra calon barista yang akan dididik.
Seluruh perlengkapan dan kebutuhan untuk pengolahan kopi pun ditanggung lembaga asal Korea Selatan. Mereka akan dididik selama empat bulan.
Setelah pendidikan selesai, ketujuh orang itu akan jadi instruktur bagi siswa di Wyata Guna. Sehingga, akan ada banyak barista yang lahir dari sana.
“Kita nanti akan tawarkan ke siswa, siapapun yang berminat ikut program pelatihan ini, silakan ikut,” kata Kepala BRSPDSN Wyata Guna Daryono usai pembukaan pelatihan di lokasi, Rabu (13/3/2019).
Ia berharap ketujuh calon barista itu bisa menyerap ilmu dengan baik. Sehingga, nantinya mereka bisa melakukan transfer ilmu pada tunanetra lain di Wyata Guna.
Di Indonesia, pelatihan barista bagi tunanetra baru pertama kali dilakukan di Wyata Guna. Bahkan, rencananya akan ada kedai kopi yang didirikan lembaga asal Korea Selatan tersebut dan mempekerjakan barista tunanetra.
“Bagi mereka, pelatihan khusus barista bari dilakukan di sini, Wyata Guna jadi pilot project-nya,” ungkap Daryono. (bud)





