close
KABARBANDUNG
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Minggu, 19 April 2026
  • HOME
  • KABAR KOTA
  • KABAR PERSIB
  • KABAR JABAR
  • KABAR NUSANTARA
  • SERBA SERBI
  • INDEKS
No Result
View All Result
KABARBANDUNG
No Result
View All Result
Home KABAR KOTA

HIV Banyak Ditularkan Pria Beristri

Okan
Jumat, 15 Maret 2019 - 14:05:04
in KABAR KOTA
Ilustrasi HIV-AIDS (medclique.org)

Ilustrasi HIV-AIDS (medclique.org)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kabarbandung.id – Kasus penderita HIV positif di Jawa Barat terus bertambah. Setiap tahunnya terdapat lima ribu hingga enam ribu penderita baru.

Dari hasil pendataan hingga September 2018 terdapat 35.825 kasus dan 46 persen didominasi oleh heteroseksual atau hubungan seksual berbeda kelamin.

Yang lebih miris dari jumlah heteroseksual yang tertular 32 persennya merupakan perempuan namun hanya 20 persen adalah wanita pekerja seks dan pengguna narkoba.

“Di masyarakat umum kalau melihat kasus itu dikelompok heteroseksual lebih banyak laki-laki yang menularkan virus hiv ke pasangan. Kalau melihat latar belakang bukan masalah dari kelompok populasi seperti wps (wanita pekerja seks), waria, tapi justru laki-laki yang memiliki pasangan,” kata Koordinator Program Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Jawa Barat, Landry Kusmono kepada kabarbandung.

Menurutnya untuk bisa menekan kasus penyebaran dari kelompok umum yaitu heteroseksual cukup sulit karena kebanyakan laki-laki yang mempunyai perilaku beresiko kurang memiliki kesadaran untuk melakukan tes hiv/aids.

Biasanya para penderita HIV dari heteroseksual baru sadar ketika sudah menderita sakit seperti berat badan turun drastis, diare tidak berhenti dan masuk fase 1.

“Kebanyakan masuk fase 1 itu tinggal beberapa hari meninggal dan sudah positif AIDS.”

“Seperti ibu rumah tangga biasanya tahu ketika anak sakit di tes baru ketauan ternyata dari ibunya dan dari bapanya,” katanya.

Landry mengimbau kepada masyarakat terutama yang memiliki perlaku beresiko untuk melakukan tes HIV/AIDS.

“Tes itu bukan karena takut mati, hanya agar tidak menularkan ke orang lain dan mendapatkan perawatan yang terbaik,” katanya.

Tags: hiv/aidskabar pemerintahankomisi penanggulangan aids
Previous Post

Intip Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Minyak

Next Post

PIPPK Harus Bisa Bangkitan Potensi Ekonomi

    Recent News

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Tokoh Tionghoa Jabar Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput

    Selasa, 6 Februari 2024 - 18:42:00
    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi Kebudayaan “Ngajabarkeun Abah Anies”

    Minggu, 4 Februari 2024 - 17:35:08
    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Mengenal Sosok Vic Fadlin, Pemuda Kota Bandung yang Raih Gelar Mister Grand Tourism Indonesia 2024

    Jumat, 2 Februari 2024 - 13:20:48
    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Safari Politik Capres Anies ke Jawa Barat Naikan Elektoral Positif

    Rabu, 31 Januari 2024 - 19:37:18
    KABARBANDUNG

    © 2021 Kabar Bandung

    Navigate Site

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Beriklan
    • Pedoman Media Siber

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • KABAR KOTA
    • KABAR PERSIB
    • KABAR JABAR
    • KABAR NUSANTARA
    • SERBA SERBI
    • INDEKS

    © 2021 Kabar Bandung

    • 2021 Nhra Helmet Rules
    This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.