Kabarbandung.id – Wali Kota Bandung Oded M Danial berada dalam dua kepentingan. Pertama sebagai Wali Kota, kedua sebagai petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).Ia pun sadar posisinya ada di dua kepentingan tersebut. Tapi, ia berusaha proporsional dalam menjalankan peran gandanya dalam menatap Pemilu 2019.
Oded selalu membatasi diri dalam menjalankan setiap peran. Sebagai Wali Kota, ia tidak mencampurkan kepentingan partai atau kandidat capres-cawapres yang diusung partainya.
Begitu juga sebaliknya, saat di posisi sebagai orang partai, ia menanggalkan jabatannya sebagai Wali Kota dan fokus terhadap tugas partai.
“Contoh proporsional saya, Mang Oded ketika diminta oleh teman-teman BPN (Prabowo-Sandiaga Uno) untuk jadi tim kampanye, jadi jurkam, saya sampaikan kepada teman-teman, jawaban saya, berilah keberpihakan kepada Mang Oded sebagai orang partai,” kata Oded saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (1/4/2019).
Bentuk keberpihakan itu pun terbatas. Ia hanya akan menjalankan fungsi sebagai orang partai tanpa mencampurnya saat bertugas sebagai Wali Kota.
Saat menjalankan tugas partai, ia akan berkomitmen penuh. Ia siap memenangkan Prabowo-Sandi dan PKS di Pemilu Legislatif.
Tapi, dalam posisi sebagai Wali Kota Bandung, Oded menjadi bapak bagi seluruh warganya. Ia tidak akan mengarahkan PNS dan warganya untuk memilih salah satu pasangan atau caleg dari partainya.
“Saya punya warga 2,5 juta orang, taruhlah pemilih itu 1, 7 juta orang. Itu kan kalau urusan demokrasi pasti berbeda,” ungkapnya.
“Saya makanya mengajak semua warga Kota Bandung untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar,” jelas Oded.
Bahkan, khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) Kota Bandung, ia sudah berkali-kali mengimbau untuk menggunakan hak pilih. Ia meminta mereka tidak memihak salah satu kandidat.
“PNS Kota Bandung harus profesional. Saya minta PNS Kota Bandung netral. Kalau tanggal 17 April mah silakan, itu hak dan pilihan masing-masing,” tegas Oded. (bud)





