Kabarbandung.id – Pemkot Bandung mengajak para orang tua untuk bisa memberikan edukasi dan pemahaman terkait pentingnya membaca.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan pada Dinas Perpustakaan dan Kerarsipan (Dispusip) Kota Bandung Neti Supriati mengatakan tingkat literasi di Indonesia termasuk Kota Bandung masih terbilang rendah.
Menurutnya pendidikan literasi tidak boleh dikesampingkan. Kemampuan nalar dan mengolah informasi didapat dari kemampuan berliterasi sehingga peran orang tua sangat penting untuk mengenalkan buku kepada anak sejak dini.
Cara awal orang tua sebaiknya mulai memperkenalkan anak dengan buku bergambar. Mereka bisa jadi tidak memperhatikan tulisannya. Namun mereka bisa tertarik dengan gambar-gambar di buku anak-anak.
“Kalau sudah suka dengan buku-buku bergambar, nanti bertahap ke buku-buku yang lain. Yang penting suka dulu,” katanya.
Neti mengatakan setidaknya ada tiga hal yang bisa mempengaruhi masyarakat untuk gemar membaca. Pertama adalah akses terhadap sumber bacaan.
Dispusip bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang tersebar di masyarakat untuk mengelola taman bacaan di tingkat wilayah. Ada 14 taman baca berbasis masyarakat yang menjadi mitra Dispusip Kota Bandung. Taman baca ini bisa mendekatkan warga dengan buku.
Faktor kedua adalah, ketersediaan sumber bacaan. Keberagaman dan jumlah judul buku menjadi hal yang amat penting. Dispusip telah menyediakan 94.180 eksemplar buku dengan 34.444 judul yang terbagi ke dalam 10 kategori.
“Ketiga adalah pemahaman. Masyarakat harus mengerti bahwa membaca itu penting. Itulah makanya kita harus terus mengedukasi mereka,” imbuhnya.
Pihaknya sudah sering membina berbagai elemen masyarakat, terutama anak sekolah untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Sarana gedung perpustakaan Kota Bandung sudah sangat representatif.
“Di kita ada pojok baca untuk anak-anak. Di sana ada banyak buku anak, ada mainan, sehingga anak merasa senang dan nyaman,” tuturnya.





